Sidang Replik Kasus Mirna Digelar Hari Ini

Arga sumantri    •    Senin, 17 Oct 2016 09:26 WIB
kematian mirna
Sidang Replik Kasus Mirna Digelar Hari Ini
Terdakwa kasus dugaan pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso, berdiskusi dengan kuasa hukumnya di sela sidang lanjutan di PN Jakpus, Kamis (13/10/2016) -- ANT/ Akbar Nugroho Gumay

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat kembali menggelar sidang kasus kematian Wayan Mirna Salihin. Agenda sidang kali ini adalah mendengarkan replik atau tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap nota pembelaan (pleidoi) yang disampaikan kubu Jessica Kumala Wongso.

"Materi replik tentunya tidak keluar dari (pleidoi) yang sudah dibacakan oleh tim penasihat hukum," kata Jaksa Ardito, Senin (17/10/2016).

Namun, Ardito belum mau membeberkan rincian butir replik yang akan dibacakan. Termasuk, hal apa saja yang bakal jadi fokus utama dalam tanggapannya terhadap pleidoi Jessica.

Pada sidang pekan lalu, kubu Jessica membacakan nota pembelaannya. Butuh waktu dua hari untuk merampungkan pleidoi Jessica.

(Baca: Isi Lengkap Nota Pembelaan Jessica)

Sidang pleidoi Jessica dimulai pada Rabu, 12 Oktober, pukul 13.00 WIB. Jessica lebih dulu berdiri di depan majelis hakim membaca pembelaannya. Ia tidak kuasa menahan tangis selama membacakan pleidoi.

Selesai Jessica, giliran tim kuasa hukum membacakan pleidoi. Sembilan jam lebih waktu yang diberikan pada hari pertama, tak cukup bagi tim kuasa hukum menuntaskan pembacaan pleidoinya.

Melihat waktu sudah cukup larut ketika itu, Kisworo memutuskan menunda sidang hingga esok harinya, Kamis 13 Oktober. Selain waktu yang larut, hakim juga melihat Jessica sudah kelelahan.

(Baca: Jessica Menyusun Sendiri Nota Pembelaan)

Wayan Mirna meregang nyawa usai menyeruput es kopi Vietnam di Kafe Olivier, Rabu 6 Januari. Kopi itu dipesankan Jessica.

Jessica jadi terdakwa tunggal kasus kematian Mirna. Jaksa menuntut Jessica 20 tahun penjara.

Jaksa menilai rekan Mirna di Billyblue College itu telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Kendati, tuntutan 20 tahun penjara sebenarnya jadi opsi yang paling ringan dari butir pasal yang didakawakan terhada Jessica. Seseorang yang didakwa melanggar pasal tersebut, bisa dituntut hukuman maksimal, yakni hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Dalam nota pembelaannya, Jessica keberatan. Dia memastikan bukanlah pembunuh Mirna. Pleidoi yang dibaca oleh kuasa hukum Jessica, memohon majelis hakim agar membebaskan Jessica dari seluruh dakwaan.

 


(NIN)