Berkas Novanto Dinyatakan Lengkap

   •    Rabu, 06 Dec 2017 06:06 WIB
korupsi e-ktpsetya novanto
Berkas Novanto Dinyatakan Lengkap
Ketua DPR yang juga Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto. Foto: Antara/Puspa Perwitasari

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan berkas perkara tersangka korupsi KTP elektronik, Setya Novanto lengkap atau P21.

"Perkembangan proses penyidikan kasus KTP-el dengan tersangka Setya Novanto sudah selesai dan dinyatakan lengkap atau P21," kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha di Jakarta, Selasa 5 Desember 2017, melansir Antara.

Priharsa mengatakan, selanjutnya bakal dilakukan penyerahan tersangka dan berkas perkara Novanto dari peyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk diproses ke persidangan.

Kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunadi menyebut, berkas perkara kliennya itu telah dinyatakan lengkap. Dia mengatakan, sempat diminta penyidik KPK untuk datang ke markas antirasuah.

"Penyidik KPK tadi pukul 17.30 WIB telepon minta saya harus hadir ke KPK untuk mendampingi Setya Novanto dalam rangka P21 penyerahan tahap kedua," kata Fredrich saat dikonfirmasi.

Namun, Fredrich menolak memenuhi panggilan tersebut lantaran dirasa mendadak. Sedangkan, diakui Fredrich, dirinya tengan ada pertemuan dengan klien yang lain.

"Saya tolak, jika butuh pendampingan wajib diberi tenggang waktu tiga hari kerja karena posisi Setya Novanto ditahan, minimal satu hari dong. Karena saya dan tim bukan advokat pengangguran," tuturnya.

Novanto kembali ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi KTP-el untuk kedua kalinya. Novantodiduga telah menguntungkan diri sendiri dan korporasi dari megaproyek tersebut.
 
Novanto bersama dengan Anang Sugiana Sudiharjo, Andi Agustinus alias Andi Narogong dan dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto diduga kuat telah merugikan keuangan negara sebesar Rp2,3 triliun dari proyek KTP-el tersebut.

Baca: Saut Sebut KPK bakal Gugurkan Praperadilan Novanto

Tak hanya itu, Novanto dan Andi Narogong juga diduga mengatur proyek sejak proses penganggaran, hingga pengadaan e-KTP tersebut. Novanto dan Andi Narogong disebut telah menerima keuntungan dalam proyek e-KTP ini sebesar Rp574,2 miliar.
 
Atas perbuatannya, Novanto dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.


(LDS)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

1 day Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA