Kemenkominfo Koordinasi dengan Polisi buat Blokir Grup Facebook

Lukman Diah Sari    •    Selasa, 21 Mar 2017 13:30 WIB
paedofil
Kemenkominfo Koordinasi dengan Polisi buat Blokir Grup Facebook
Ilustrasi. Foto: Antara/Rekotomo

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika tidak bisa asal memblokir situs maupun grup sosial media. Pemblokiran hanya dilakukan jika situs atau media sosial itu bermasalah hukum.
 
Hal itu diucapkan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara usai melakukan pertemuan dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mabes Polri. "Yang terjadi di ranah publik dan private harus dibedakan," kata Rudi di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa 21 Maret 2017.
 
Rudi mengatakan, pihaknya tidak bisa langsung memblokir grup yang private. Karena mengganggu hak asasi seseorang. Namun, tindakan bisa dilakukan jika sudah masuk kasus hukum.
 
"Kita tidak memata-matai ranah private satu-satu, itu hak asasi seseorang. Tapi, begitu masuk kasus hukum, kominfo masuk ranah polisi, diproses hukum sudah, mau diapain kita ikut polisi," jelas Rudi.
 
Rudi menyadari, banyak grup di Facebook maupun di media sosial lain. Jumlahnya ribuan dan tidak menutup kemungkinan ada yang menyalahgunakan. Rudi berpesan agar orang tua menjaga putra dan putri mereka.
"Pemblokirannya itu di ujung, di hilir. Tapi kita di hulunya," ujarnya.

Diberitakan, polisi mengungkap grup Facebook Loly Candy yang berisi ratusan gambar, video serta tulisan terkait pedofilia. Grup yang berisikan 7.000 akun member itu ternyata juga diikuti anak-anak.
 
Polisi sendiri sudah menangkap empat orang. Dua di antaranya masih berusia di bawah 17 tahun.
 

 
 
(FZN)