Kuasa Hukum Bantah Emirsyah Terima USD2 Juta

Surya Perkasa    •    Jumat, 17 Feb 2017 20:12 WIB
emirsyah satar tersangka
Kuasa Hukum Bantah Emirsyah Terima USD2 Juta
Emirsyah Satar. Antara Foto

Metrotvnews.com, Jakarta: Kuasa hukum membantah Emirsyah Satar, mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, membantan menerima suap USD2 juta. Emirsyah disebut tidak mencari keuntungan pribadi dalam pangadaan mesin Rolls Royce.

"Tidak ada itu. Proses (pengadaan mesin Rolls Royce untuk pesawat Airbus milik Garuda Indonesia) sesuai aturan," kata Luhut Pangaribuan, kuasa hukum Emirsyah, di gedung KPK, Jakarta, Jumat 17 Februari 2017.

Pihak Emirsyah juga membantah bermain suap dengan tersangka CEO sekaligus pendiri PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo. Soetikno juga menjabat Beneficial Owner Connaught International Ltd, perusahaan pendamping Rolls Royce di Asia Tenggara.

Luhut menyebut, dalam pemeriksaan hari ini, Emirsyah belum banyak ditanya secara mendalam seputar kasus. Pemeriksaan perdana ini lebih ke jabatan Emirsyah sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesi.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pertanyaan kepada Emirysah seputar teknis pengadaan pesawat dan peran Direktur Utama dalam proses pembelian pesawat. "Kami tanya kewenangan yang bersangkutan saat menjadi Dirut Garuda Indonesia, dan apa saja yang dilakukan terkait perkara yang kita usut."

Emirsyah diduga menerima suap dari Soetikno Soedarjo dalam proses pengadaan pesawat Airbus A330-300 oleh PT Garuda pada 2012. Airbus A330-300 memiliki tiga pilihan tenaga mesin, yaitu Rolls Royce 700, Pratt & Whitney PW 400, atau GE CF6-80E.

Emirsyah memilih pesawat bermesin Rolls Royce Trent 700. Anehnya, mesin Trent 700 ini ternyata masuk 'daftar hitam' lembaga regulator penerbangan sipil di Amerika Serikat, Federal Aviation Administration Safety Alert.

Emirsyah diduga menerima uang dan barang dari Rolls Royce. Dari pengembangan sementara, Emirsyah diduga menerima 1,2 juta Euro dan USD180 ribu atau setara Rp20 miliar. Dan barang yang diterima senilai USD2 juta, yang tersebar di Singapura dan Indonesia.


(TRK)

KPK Yakin Mampu Jawab Argumentasi Praperadilan Novanto

KPK Yakin Mampu Jawab Argumentasi Praperadilan Novanto

11 hours Ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal memberikan jawaban atas gugatan praperadilan Setya Nov…

BERITA LAINNYA