Kemenkuham Buru WNA yang Kabur dari Lapas Kerobokan

Yogi Bayu Aji    •    Selasa, 20 Jun 2017 15:10 WIB
lapas kerobokan
Kemenkuham Buru WNA yang Kabur dari Lapas Kerobokan
Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly. Foto: MI/Panca

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Hukum dan HAM memburu empat warga negara asing (WNA) yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan, Bali. Direktorat Jenderal Imigrasi telah diminta untuk mencegah agar WNA tak bisa kabur jauh.
 
"Karena menyangkut orang asing ya, mana tahu bisa lari. Imigrasi sudah kita kasih perhatian untuk menjaga semua itu," kata Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, di Kompleks Istana, Jakarta Pusat, Selasa 20 Juni 2017.
 
Menurut dia, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polda Bali untuk mengejar keempatnya. Dia belum bisa bicara banyak bagaimana kondisi CCTV di lokasi sehingga napi bisa leluasa kabur.
 
"Kelalaian juga menjadi unsur mereka (petugas lapas) tidak ikut protap (prosedur tetap), apalagi kesengajaan. Itu Berbahaya sekali," ujarnya.
 
Yasonna mengakui penghuni Lapas Kerobokan melebihi kapasitas, sehingga menyulitkan petugas mengawasi para napi. Dia sedang mengkaji untuk memindahkan para pesakitan ke lokasi lain. Namun, pihaknya terkendala biaya.
 
Menurut dia, tanah di Bali cukup mahal. Sementara itu, pihaknya membutuhkan lahan sekitar 10-12 hektare untuk membangun fasilitas. "Karena di Bali itu kan kita perlu rutan, perlu lapas, lapas perempuan. Di Kerobokan ada perempuan, ada pemuda, ada anak, itu harus kita pindahkan," ujar Yasonna.
 
Menkumham sudah mengirim surat kepada Menteri Seketratiat Negara Pratikno untuk menggelar rapat terbatas mengenai masalah ini. "(Mengenai) membantu lapas termasuk di dalamnya soal pengalihan ke daerah-daerah terluar. Sudah dimohonkan sih, kirim surat. Tinggal ditunggu waktunya supaya sekaligus kita bicarakan," kata Yasonna.
 
Empat WNA yang menjadi napi Lapas Krobokan melarikan diri, Senin 19 Juni 2017. Mereka adalah Shaun Edward Davidson (Australia), Dimitar Nikolov (Bulgaria), Sayed Mohammed (India), dan Tee Kok King (Malaysia).
 
Mereka kabur dengan membuat terowongan seukuran badan di bawah tembok lapas.


(FZN)