NSI

Pungli di Lapas Imbas dari Over Kapasitas

   •    Selasa, 16 May 2017 10:16 WIB
punglirutan
Pungli di Lapas Imbas dari Over Kapasitas
Ilustrasi. (Foto: ANTARA/Rahmad)

Metrotvnews.com, Jakarta: Institut for Criminal Jistice Reform (ICJR) mencatat kerusuhan di lapas atau rutan hampir terjadi setiap tahun. Solusi dari pemerintah hanya dua; membangun lapas atau rutan baru dan mempercepat pemberian pembebasan bersyarat.

"Tetapi sebetulnya mengatasi itu tidak bisa hanya mengandalkan dua solusi itu saja. Yang paling penting bagaimana menekan penghuni sehingga sesuai dengan jumlah kapasitasnya," ujar peneliti ICJR Anggara Suwaju, dalam NSI, Senin 15 Mei 2017.

Kondisi lapas yang over kapasitas, kata Anggara, tak pelak menimbulkan persoalan lain, yang paling klasik adalah pungutan liar.

Penelitian yang dilakukan ICJR pada 2014 menyebut setidaknya keluarga narapidana harus merogoh kocek Rp600 ribu hingga Rp5,5 juta per bulan untuk keperluan di lapas. Biaya itu dikeluarkan untuk membeli sejumlah keperluan narapidana, transport, hingga biaya ketika berkunjung ke lapas.

"Yang enggak bisa bayar biasanya jadi kasta paling rendah. Pernah klien saya disuruh memijat dan tidur ketika semua orang sudah tidur. Di beberapa kasus mereka tidur sambil berdiri," kata Anggara.

Anggara menilai pungli di lapas seperti sebuah keniscayaan dan sulit diatasi. Terlebih dengan keterbatasan jumlah sipir yang tak sebanding dengan banyaknya penghuni berkorelasi terhadap tingkat stres yang tinggi dan pungli yang semaki tak terkendali.

"Padahal dalam konteks pemidanaan kan hanya kebebasan bergerak hidupnya saja yang dibatasi tetapi sebagai manusia hidupnya harus tetap layak," jelasnya.




(MEL)