Kekerasan di Akpol Disebut Membudaya

M Rodhi Aulia    •    Jumat, 19 May 2017 14:22 WIB
kekerasan
Kekerasan di Akpol Disebut Membudaya
Anggota Komisi III DPR Muslim Ayub. Foto: Dok. DPR

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Komisi III DPR Muslim Ayub menyebut kasus kematian taruna Akademi Kepolisian (Akpol) sering terjadi. Kematian itu diduga akibat kekerasan yang dilakukan senior pada junior.

Politikus PAN itu menilai, kekerasan seolah menjadi budaya turun-temurun di Akpol. Dia meminta budaya kekerasan harus dihapuskan.

"Kalau latihan fisik, kenapa dipukul, digebuk junior-juniornya? Tradisi ini wajib kita tinggalkan. Tidak boleh ada lagi pemukulan," kata Muslim di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat 19 Mei 2017.

Menurut Muslim, seharusnya junior dan senior saling menghormati dan menghargai satu sama lain. Alasan penegakan kedisiplinan untuk menggebuk, sama sekali tidak dibenarkan.

"Kalau prinsip seperti itu dilakukan, saya rasa enggak ada kayak gini (kematian taruna)," ujar dia.

Taruna Akpol Semarang, Brigadir Dua Taruna (Brigdatar) Mohammad Adam tewas. Hasil autopsi menunjukkan korban meninggal dengan luka di dua paru-paru. Kepolisian Daerah Jawa Tengah sudah memeriksa 35 saksi.


(REN)