Asma Dewi Diduga Aktif dalam Grup Saracen

Sri Utami    •    Minggu, 17 Sep 2017 20:34 WIB
ujaran kebencian
Asma Dewi Diduga Aktif dalam Grup Saracen
Ilustrasi pelaku ujaran kebencian di media sosial -- Foto: MTVN/Rizal.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepolisian terus mendalami peran Asma Dewi dalam kelompok penyebar ujaran kebencian, Saracen. Dari barang bukti dan keterangan yang diperoleh, Asma Dewi diduga berperan aktif dan masuk dalam salah satu grup virtual Whatsapp (WA) bernama Gerakan Merah Putih Prabowo Subianto (GMPPS).

Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Irwan Anwar mengatakan, penyidik masih menelusuri peran tersangka dalam kolompok Saracen dan politikus partai. Tidak menutup kemungkinan tersangka memiliki peran penting dari rentetan ujaran kebencian yang dipersiapkan untuk Pilpres 2019.

"Saya tidak bisa mengatakan itu. Ini hanya sebagian kecil saja dan kami terus bekerja keras untuk mengungkap ini," jelasnya di Jakarta, Minggu 17 September 2017.

Wanita berusia 52 tahun ini pun patut diduga menjadi pendana aktifitas ujaran kebencian berkonten SARA. Proses pengekstrakan berbagai data tersangka, kata Irwan nantinya akan menjadi pintu masuk untuk menyasar ke sindakat lain yang serupa.

"Semua masih didalami. Semua akan terlihat dari barang bukti yang kami dalami," ungkap dia.

Baca: Anggota Saracen akan Diadili di PN Cianjur

Sebelumnya Irwan menuturkan akan memeriksa tersangka sekaligus pentolan Saracen, Jasriadi ke rumah sakit Polri Kramat Jati Jakarta Timur. Jasriadi akan diperiksakan kondisi kejiwaannya ke psikiater. Dalam proses pemeriksaan, tersangka selalu memberikan keterangan yang tidak sesuai dengan barang bukti serta keterangan tersangka lainnya.

"Ini aneh keterangannya tidak konsisten. Jadi kami ingin tahu kerakter dia seperti apa," tutup Irwan.

Jasriadi menjadi salah satu tersangka yang paling dibutuhkan keterangannya untuk mengungkap jaringan pengguna jasa Saracen. Dalam perbincangan di salah satu grup virtual Whatsaap tersangka sangat dominan dan mumpuni dalam beberapa hal. Salah satunya tentang strategi politik dan membuat akun anonim untuk kepentingan membuat konten kebencian. 

Baca: Ujaran Kebencian Menyusut 50 Persen

Seperti diberitakan, Asma Dewi ditangkap polisi terkait kasus ujaran kebencian yang diunggahnya lewat akun media sosial. Polisi menerapkan Pasal 28 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terhadap Asma Dewi.

Belakangan, Asma Dewi juga disebut terkait dengan kelompok ujaran kebencian Saracen. Namun, belum jelas benar peran Asma Dewi di organisasi itu.

Selama menjalani pemeriksaan, Purnomo menyebut Asma Dewi tak pernah mengakui bagian dari Saracen. Polisi juga belum mendapat pengakuan lugas dari pengelola Saracen yang ditangkap.

Baca juga: Asma Dewi Diduga Koordinator Tamasya Al Maidah




(Des)

Golkar Tetap Bersiap untuk Pilkada Walau Badai Menghadang

Golkar Tetap Bersiap untuk Pilkada Walau Badai Menghadang

44 minutes Ago

Partai Golkar tengah diterjang badai saat Ketua Umum Setya Novanto ditahan karena tersandung ka…

BERITA LAINNYA