Dinas Kesehatan Adakan Pertemuan dengan Direktur RS se-Jakarta

Nur Azizah    •    Jumat, 15 Sep 2017 11:08 WIB
fasilitas kesehatan
Dinas Kesehatan Adakan Pertemuan dengan Direktur RS se-Jakarta
Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengumpulkan seluruh direktur rumah sakit di seluruh Jakarta--Metrotvnews.com/Nur Azizah

Metrotvnews.com, Jakarta: Menanggapi kasus meninggalnya bayi Tiara Debora, Dinas Kesehatan DKI Jakarta bertindak cepat. Seluruh direktur rumah sakit di seluruh Jakarta dikumpulkan.

Pertemuan ini diikuti 187 rumah sakit baik RSUD, rumah sakit swasta, RS Vertikal pemerintah, dan RS TNI/Polri. Pertemuan ini bertujuan memberitahukan kepada seluruh rumah sakit untuk memberikan pelayanan secara maksimal kepada pasien.

"Akan dilakukan pula penandatanganan bersama surat pernyataan dari masing-masing direktur untuk melayani sesuai undang-undang," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Koesmedi Priharto dalam pertemuan di auditorium Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Jalan Kesehatan, Jakarta Pusat, Jumat 15 September 2017.

Salah satu fokus penandatanganan perjanjian adalah untuk tidak menarik uang muka dalam kondisi gawat darurat. Koesmedi juga menuturkan akan ada pemberian surat edaran tentang kewajiban pelayanan rumah sakit kepada pasien.

Baca: Kasus Bayi Deborah Bisa Dilaporkan ke Kepolisian

Ia menambahkan, di antaranya adalah rumah sakit dilarang menyuruh pasien atau keluarga pasien mencari tempat rujukan sendiri. Rumah sakit juga harus memastikan penerima rujukan dapat menerima pasien, serta memberi layanan pasien sesuai dengan kemampuan pelayanannya di instalasi gawat darurat.

"Setiap rumah sakit itu meski kelasnya sama tapi kemampuan pelayanannya berbeda. Jadi lakukan tindakan penyelamatan sesuai kemampuan terutama gawat darurat," tambahnya.

Koesmedi juga mengimbau kepada seluruh rumah sakit untuk bekerja sama dengan Badan Penyedia Jaminan Sosial (BPJS). Namun, ia menegaskan rumah sakit yang belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dapat tetap menagihkan biaya pelayanan gawat darurat sampai kondisi pasien stabil kepada BPJS.

"Kami akan membayar sesuai dengan tarif INA/CBGs (Indonesia Case Base Groups) sesuai kelasnya, bukan hanya tarif IGD-nya," tutur perwakilan BPJS, Heri Zakaria dalam kesempatan yang sama.



Pertemuan kali ini, juga bertujuan memberikan surat teguran kepada Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres terkait kasus Debora.

Tiara Debora bayi berusia 4 bulan meninggal diduga akibat keterlambatan penanganan karena rumah sakit meminta uang muka.

"Kami mengimbau kepada seluruh rumah sakit se-DKI Jakarta agar kejadian ini tidak terulang di kemudian hari," pungkas Koesmedi.


(YDH)

Bekas Bos Gunung Agung Dipanggil KPK

Bekas Bos Gunung Agung Dipanggil KPK

16 minutes Ago

Made Oka Masagung akan dimintai keterangan atas kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP elekt…

BERITA LAINNYA