Cara Kerja Sindikat Pencuri Mobil Pengoplos Rangka Mesin

Arga sumantri    •    Jumat, 11 Aug 2017 17:56 WIB
pencurian
Cara Kerja Sindikat Pencuri Mobil Pengoplos Rangka Mesin
Ilustrasi: Pencurian mobil. Foto: MTVN/Mohammad Rizal.

Metrotvnews.com, Jakarta: Polisi membeberkan cara kerja sindikat pencuri mobil yang mengoplos rangka mesin mobil curian dengan mobil bekas kecelakaan. Pelaku mulanya membeli mobil bekas kecelakaan yang dilelang pihak asuransi.

"Harga belinya berkisar Rp15 juta," kata Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Antonius Agus Rahmanto di Markas Polda Metro Jaya, Jumat 11 Agustus 2017.

Otomatis, kata dia, pelaku juga mengantongi surat-surat mobil yang dibeli hasil lelang asuransi itu. Kemudian, pelaku mencari eksekutor untuk mencuri mobil dengan jenis yang sama hasil beli secara lelang.

"Jenis, tipe, dan warna mobil yang dipesan (untuk dicuri) harus sama," lanjut dia.

Mobil yang dibeli secara lelang, dipreteli rangka mesinnya. Rangka mesin itu lalu ditempel pada mobil curian dengan tipe yang sama. Pelaku juga memodifikasi dengan menghapus jejak GPS mobil itu.

"Otomatis mobil curian itu pun lengkap memiliki surat-surat, padahal hasil oplosan," lanjut dia.

Pelaku lalu menjual lagi mobil hasil oplosan itu dengan harga normal. Atas perbuatan itu, pelaku meraup untung berlipat dari modal semula yang cuma Rp15 juta.

Polisi telah mencokok empat orang anggota sindikat pengoplos rangka mesin mobil ini. Mereka kini menjadi tersangka pencurian kendaraan bermotor dan penadahan.

Dua tersangka di antaranya adalah kelompok penadah, yakni HFF dan UTG. Lalu, tersangka atas nama PPT berperan sebagai pemutus GPS dan SGT sebagai pencuri alias eksekutor.

Pelaku ditangkap di lokasi berbeda. HFF misalnya, dicokok pada 24 Mei 2017 di kawasan Puspiptek Tangerang Selatan. Lalu, UTG, ditangkap pada 17 Juni 2017 di Desa Mekarsari, Cianjur, Jawa Barat.

Baca: Sindikat Pencuri Mobil Modus Ganti Rangka Mesin Dicokok

Sehari sebelum menangkap UTG, polisi mencokok PPT, di Desa Kalang Anyar Labuan, Pandeglang, Banten. Terakhir, polisi membekuk SGT di Tegal, Jawa Tengah, pada 8 Agustus 2017.

SGT dikenal sebagai pencuri lihai. Polisi mencatat, ia sudah mencuri 234 kali sejak 2013. "Jika di rata-rata, tersangka mencuri satu kali dalam satu minggu," ungkap Antonius.

Polisi kini tengah memburu otak sindikat ini yang berinisial LF. Dia bukan hanya yang membuat ide, tapi juga jadi pemodal untuk membeli mobil bekas di pelelangan asuransi.


(OGI)