Lenyapnya Novanto di Putusan KTP-el Bukan Akhir Segalanya

Lukman Diah Sari    •    Minggu, 13 Aug 2017 18:49 WIB
korupsi e-ktp
Lenyapnya Novanto di Putusan KTP-el Bukan Akhir Segalanya
Ketua DPR RI Setya Novanto yang ditetapkan sebagai tersangka ke-empat kasus dugaan korupsi KTP elektronik. Foto: MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Nama Ketua DPR Setya Novanto lenyap di dalam berkas putusan terdakwa Irman dan Sugiharto di kasus megakorupsi e-KTP. Dari berkas dakwaan hingga penuntutan Jaksa KPK, nama Novanto disebut sebagai pihak yang memiliki peran dalam pengaturan proyek pengadaan e-KTP yang akhirnya dinilai merugikan negara hingga Rp2,3 triliun.
 
Walau beragam spekulasi dan kekhawatiran muncul akibat hilangnya nama Novanto, peneliti Indonesia Corruption Watch Ardila Caesar menilai hal tersebut bukanlah akhir dari segalanya.  "Tentu ada fakta hukum lain yang bisa digali KPK," kata Ardila di Sekretariat ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu 13 Agustus 2017.
 
Klik: Sejumlah Nama Hilang dari Daftar Penerima Fulus KTP-el

Hilangnya nama Novanto dari berkas penuntutan, bukan berarti Ketua DPR RI itu lepas dari hukum. Peran tersangka ke-empat yang ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini bisa digali dari sisi lain.
 
Bisa saja peran mantan Ketua Fraksi Partai Golkar periode 2009-2014 ini terungkap di pengadilan tersangka Andi Narogong. Apalagi nama Novanto sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca: Andi Narogong Dikorek soal Keterlibatan Novanto


Tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP-E Andi Agustinus alias Andi Narogong dikawal petugas memasuki Gedung KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto

"Nama Setya Novanto sekarang sudah jadi tersangka. Artinya akan maju ke penuntutan dan maju ke persidangan," jelasnya.
 
Lebih lanjut, kata dia, fakta hukum yang tak ada dalam putusan bisa dijadikan tambahan amunisi bagi KPK di penututan Pengadilan Tipikor untuk memudahkan KPK.



 


(SUR)