Presiden Tegaskan Pentingnya Penuntasan Kasus Munir

Desi Angriani    •    Kamis, 22 Sep 2016 17:56 WIB
kasus munir
Presiden Tegaskan Pentingnya Penuntasan Kasus Munir
Presiden joko Widodo. Foto: Antara.

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo mengumpulkan pakar hukum buat dimintai masukannya terkait kasus kematian Munir Said Thalib dan kasus pelanggaran HAM berat lainnya.
 
"Pekerjaan rumah kita juga soal pelanggaran HAM di masa lalu. Termasuk di dalamnya kasusn mas Munir yang belum diselesaikan," kata Presiden di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (22/9/2016).
 
Selain penuntasan kasus HAM, Jokowi meminta reformasi hukum dapat memberikan efek jera terhadap praktik korupsi. Presiden ingin ada keseimbangan antara tuntutan dan hukuman yang diterima koruptor.
 
"Saat ini penegakan hukum kita belum memberikan efek jera terhadap korupsi. Baik sisi hukuman ataupun sisi tuntutan," katanya.


 
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga menyoroti penindakan terhadap kejahatan narkoba. Banyak penegak hukum yang masih terlibat dalam jual beli barang haram tersebut.
 
"Yang ketiga mengenai kejahatan narkoba. Ini juga memerlukan sebuah tindakan dan penindakan hukum yang tegas," ujar Presiden.
 
Sekadar diketahui, Munir meninggal di dalam pesawat di atas langit Amsterdam, Belanda, pada 7 September 2004. Belakangan diketahui aktivis HAM kelahiran Malang, Jawa Timur, 8 Desember 1965, itu tewas karena diracun.
 
Jenazah Munir dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Kota Batu. Tapi, meski sudah hampir 10 tahun, kasus Munir belum bisa dituntaskan.




(FZN)

Video /