Ahmad Jauhari Dituntut 13 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Alquran

Torie Natalova    •    Senin, 17 Mar 2014 17:39 WIB
korupsi alquran
Ahmad Jauhari Dituntut 13 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Alquran
MI/Mohamad Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Direktur Urusan Agama Islam Pembinaan Syariah Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama, Ahmad Jauhari, dituntut pidana penjara 13 tahun dan denda Rp200 juta subsider enam bulan kurungan. Jaksa penuntut umum menilai Ahmad Jauhari terbukti melakukan tindak pidana korupsi terkait proyek penggandaan Alquran tahun anggaran 2011 dan 2012.

"Menuntut, menyatakan terdakwa Ahmad Jauhari terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan sebagai perbuatan berlanjut sebagaimana diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP, sebagaimana dalam dakwaan primer," kata Jaksa Titiek Utami di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (17/3).

Ahmad Jauhari juga dibebankan denda dengan membayar uang pengganti sebesar Rp100 juta dan USD 15ribu. Namun, karena uang tersebut sudah dikembalikan kepada KPK, maka uang itu dirampas untuk menjadi milik negara.

Jaksa Rusdi Amin mengatakan, Ahmad Jauhari selaku pejabat pembuat komitmen bersama-sama dengan Abdul Karim (Sesditjen Bimas Islam), Mashuri (Ketua Tim ULP), Nasaruddin Umar (Wakil Menteri Agama), Zulkarnaen Djabbar (anggota DPR), Fahd El Fouz, Ali Djufrie dan Abdul Kadir Alaydrus telah menetapkan PT Adhi Aksara Abadi Indonesia (A3I) sebagai pelaksana penggandaan Alwuran tahun anggaran 2011.

Bahkan, selaku pejabat pembuat komitmen, Ahmad Jauhari disebut memerintahkan Mashuri selaku Ketua Tim Unit Layanan Pengadaan (ULP) untuk menghubungi PT A3I yang dimiliki oleh Ali Djufrie terkait pengurusan HPS (harga perkiraan sendiri).

"Kemudian terdakwa menyetujui (HPS) dan meminta Mashuri menandatangani HPS sebesar Rp22.671.983.492," kata Rusdi.

Jaksa menuntut Ahmad karena perbuatannya melanggar hukum dengan menerima uang Rp100 juta dan 15 ribu dolar Amerika dari Ali Djufrie atau Abdul Kadir.

Sementara untuk proyek penggandaan Alquran tahun 2012 dengan pagu anggaran Rp55,075 miliar terdakwa Ahmad Jauhari selaku pejabat pembuat komitmen memenangkan PT Sinergi Pustaka Indonesia, perusahaan titipan Zulkarnaen Djabar.

"Atas perbuatan terdakwa bersama-sama dengan Abdul Karim, Mashuri, Nasaruddin Umar, Zulkarnaen Djabbar, Fahd El Fouz, Ali Djufrie dan Abdul Kadir Alaydrus memenangkan PT A3I dan PT Sinergi Pustaka Indonesia, telah memperkaya terdakwa sebesar Rp100 juta dan 15 ribu dolar Amerika, Mashuri sebesar Rp50 juta dan USD 5.000, PT Perkasa Jaya Abadi Nusantara (PJAN) milik keluarga Zulkarnaen Djabar sebesar Rp6,750 miliar, PT A3I dengan Dirut Ali Djufrie sebesar Rp5.823.571.540 dan PT Sinergi Pustaka Indonesia dengan Dirut Abdul Kadir Alaydrus sebesar Rp 21.233.159.595," tegas Rusdi.

Perbuatan terdakwa telah merugikan keuangan negara sebesar Rp27.056.731.135 dari dua proyek penggandaan Alquran tahun 2011 dan 2012.

Menanggapi tuntutan tersebut, Ahmad Jauhari dan kuasa hukumnya akan mengajukan nota pembelaan(pledoi) pada sidang selanjutnya yang akan digelar Senin (24/3) mendatang. "Kami tentu akan membuat pledoi, dari saya pribadi dan penasehat hukum," kata Ahmad Jauhari.


(DOR)