Miryam Irit Bicara Soal Peran Anang di KTP-el

Ilham wibowo    •    Rabu, 10 Jan 2018 19:55 WIB
korupsi e-ktp
Miryam Irit Bicara Soal Peran Anang di KTP-el
Miryam S. Haryani. Foto: MI/Rommy Pujianto

Jakarta: Mantan Anggota DPR Miryam S. Haryani selesai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Miryam diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Dirut PT Quadra Solutions Anang Sugiana Sudihardjo.

Miryam tak mau berkomentar banyak terkait materi pemeriksaannya hari ini. Dia bahkan, bungkam saat awak media menyinggung soal ihwal adanya upaya markup anggaran dari proyek bernilai Rp5,8 triliun tersebut. 

"Saksinya Pak Anang, saya enggak tau, saya enggak kenal sama Pak Anang," ujar Miryam usai pemeriksaan di Gedung KPK Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu 10 Januari 2018.

Miryam mengatakan, pemeriksaannya kali ini tidak berkaitan dengan penyelidikan baru kasus korupsi KTP-el. Dia hanya menjelaskan, semua pertanyaan yang dilayangkan penyidik berkaitan dengan Anang.

"Tanya penyidik itu. Tanya Pak Febri (jubir KPK) yang lebih tahu, ucap dia.

Dalam pemeriksaan, politikus Partai Hanura ini mengaku, sempat bertemu dengan mantan Ketua DPR Setya Novanto. Menurutnya, Novanto dalam kondisi sehat.

"Sempet ketemu (Novanto) waktu ke toilet. Sehat-sehat saja," tandasnya.

Baca: Miryam Divonis 5 Tahun Bui

Sebelumnya, Miryam telah divonis lima tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta. Miryam secara sah dan menyakinkan memberikan keterangan palsu pada persidangan perkara korupsi KTP-el.

Miryam dinilai dengan sengaja memberikan keterangan yang tidak benar saat bersaksi dalam sidang kasus korupsi KTP-el. Salah satunya ialah soal penerimaan uang dari mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sugiharto.

Dia juga dinilai dengan sengaja mencabut semua keterangan yang pernah diberikan dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Tak hanya itu, majelis hakim menemukan adanya keterangan yang berbeda disampaikan oleh penyidik dan Miryam soal adanya tekanan saat pemeriksaan sebagai saksi di KPK.

Majelis hakim menyebut, dari empat video rekaman yang diajukan sebagai alat bukti elektronik, tak ditemukan adanya tekanan terhadap Miryam selama pemeriksaan. Hal itu diperkuat dengan analisis tim psikologi forensik dan asosiasi forensik.

Miryam terbukti melanggar Pasal 22 jo Pasal 35 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.




(JMS)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA