KPK Bersikeras akan Hadirkan Novanto di Sidang Korupsi KTP-el

Juven Martua Sitompul    •    Selasa, 10 Oct 2017 06:04 WIB
korupsi e-ktp
KPK Bersikeras akan Hadirkan Novanto di Sidang Korupsi KTP-el
Juru Bicara Febri Diansyah memberikan keterangan pers terkait penetapan tersangka di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (6/9). ANTARA FOTO/Makna Zaezar.

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan akan tetap menghadirkan Ketua DPR RI Setya Novanto dalam sidang perkara korupsi proyek pengadaan KTP elektronik (KTP-el). Kesaksian Novanto dibutuhkan dalam persidangan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Hal ini disampaikan KPK menanggapi mangkirnya Novanto dalam persidangan Andi Narogong yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin 9 Oktober 2017. Novanto batal bersaksi dengan dalil masih sakit.

"Jaksa akan mempertimbangkan lebih lanjut kebutuhan pemeriksaan atau pemanggilan kembali terhadap saksi-saksi yang tak hadir di persidangan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Senin 9 Oktober 2017.

Menurut Febri, pemanggilan ulang Novanto dalam sidang lanjutan Andi Narogong berdasarkan pertimbangan kebutuhan proses pembuktian dan batas waktu persidangan di pengadilan yang hanya 90 hari. Keterangan Ketua Umum Partai Golkar ini penting didengar dalam persidangan Andi Narogong.

Sebab, ada banyak informasi yang dapat terungkap dalam kasus megaproyek yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun tersebut. Termasuk, adanya sejumlah informasi yang perlu diklarifikasi oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Jaksa Penuntut KPK ataupun kuasa hukum Andi Narogong.

"Itu lah pentingnya kehadiran saksi. Dan dalam konstruksi kasus KTP elektronik ini kita sudah sampaikan sejak awal ada sejumlah pihak yang diduga bersama-sama melakukan korupsi," pungkas Febri.

Novanto sendiri pernah bersaksi dalam persidangan mantan dua pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto beberapa waktu lalu. Namun, pada sidang Andi Narogong Novanto mangkir dengan dalil sakit.

Novanto juga sudah menyandang status tersangka dalam kasus korupsi proyek KTP-el ini. Namun, statusnya digugurkan oleh Hakim Tunggal Praperadilan Cepi Iskandar.

Pada surat dakwaan Andi Narogong, Novanto ikut disebut mengatur proyek KTP-el. Novanto juga disebut menerima jatah Rp574 miliar dari proyek senilai Rp5,9 triliun tersebut.


(DEN)