Belum Ada Tersangka di Kasus Penyalahgunaan Investasi Pertamina

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 06 Oct 2017 10:17 WIB
kasus korupsi
Belum Ada Tersangka di Kasus Penyalahgunaan Investasi Pertamina
Direktur Penyidikan pada Jampidsus Warih Sadono (dua dari kiri)/ANT/Jessica Wuysang

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyelidikan kasus dugaan korupsi penyalahgunaan investasi di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia tahun 2009 masih berproses. Penyidik hingga saat ini telah memeriksa 45 saksi.

"Belum ada tersangkanya," kata Direktur Penyidikan pada Jampidsus Warih Sadono seperti dilansir Antara, Jumat 6 Oktober 2017.

Penyidik telah memeriksa mantan Dirut Pertamina (Persero) Karen Galaila Agustiawan, Senin 2 Oktober. Ia diperiksa sebagai saksi. Dalam kesaksiannya, Karen menerangkan proses keputusan dalam pembelian besaran hak partisipasi (Participating Interest) Pertamina di blok minyak itu.

Kasus itu bermula pada 2009. PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melakukan akuisisi saham sebesar 10 persen terhadap ROC Oil Ltd. Perjanjian jual beli ditandatangani pada 1 Mei 2009 dengan modal sebesar 66,2 juta dolar Australia atau senilai Rp568 miliar dengan asumsi mendapatkan 812 barel per hari (bph).

Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia pada tahun 2009 ternyata hanya menghasilkan minyak mentah untuk PHE Australia Pty.Ltd rata-rata sebesar 252 barel per hari.

Pada 5 November 2010, Blok BMG Australia dinyatakan ditutup setelah ROC Oil Ltd, Beach Petrolium, Sojits, dan Cieco Energy memutuskan penghentian produksi minyak mentah (non production phase/npp) dengan alasan lapangan tidak ekonomis.


(OJE)