KPK Periksa Ajudan Novanto Besok

Juven Martua Sitompul    •    Minggu, 14 Jan 2018 22:03 WIB
korupsi e-ktpsetya novanto
KPK Periksa Ajudan Novanto Besok
erdakwa kasus KTP Elektronik (E-KTP) Setya Novanto (Setnov). (MI/Ramdani)

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan ulang pemeriksaan AKP Reza Pahlevi, ajudan dari terdakwa korupsi KTP-el Setya Novanto pada Senin 15 Januari 2018, besok. Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Fredrich Yunadi (FY) dan Bimanesh Sutarjo (BST).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, surat pemanggilan Reza telah dikirimkan penyidik ke alamat rumahnya, termasuk ke Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan pihak Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri.

"Besok ajudan SN, Reza Pahlevi direncanakan diperiksa untuk tersangka FY dan BMT. Surat sudah disampaikan ke Kapolri up Kadivpropam," kata Febri saat dikonfirmasi, Jakarta, Minggu 14 Januari 2018.

Febri berharap, Polri mendukung penanganan kasus merintangi penyidikan perkara korupsi KTP-el yang menjerat Fredrich dan Bimanesh ini. Pasalnya, keterangan anggota Korps Bhayangkara itu diperlukan dalam proses penyidikan kasus tersebut.

"Dukungan terhadap penanganan perkara ini dibutuhkan. Karena Reza adalah anggota Polri dan keterangannya diperlukan penyidik dalam kasus ini," ujarnya.

Selain Reza, penyidik juga ternyata mengagendakan pemeriksaan ulang terhadap salah satu saksi yakni Aziz Samuel. Informasi dihimpun, Aziz merupakan Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Timur DPP Partai Golkar di era Novanto.

"Direncanakan ada penjadwalan ulang juga terhadap Aziz Samuel senin. Di jadwal sebelumnya ia tidak bisa datang karena umroh," pungkas Febri.

Reza Pahlevi menjadi salah satu pihak yang ikut dicegah bepergian ke luar negeri oleh KPK. Diduga kuat, Reza mengetahui rentetan kasus merintangi penyidikan perkara korupsi KTP-el yang menjerat Setya Novanto.

KPK menetapkan advokat Fredrich Yunadi dan Bimanesh Sutarjo, dokter RS Permata Hijau. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka merintangi penyidikan perkara korupsi KTP-el yang menjerat Setya Novanto.

Atas perbuatannya, Fredrich dan Bimanesh dijerat dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


(LDS)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA