Fayakhun Minta Ali Fahmi Ditangkap

Fachri Audhia Hafiez    •    Rabu, 07 Nov 2018 17:07 WIB
suap di bakamla
Fayakhun Minta Ali Fahmi Ditangkap
Terdakwa kasus suap pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla) Fayakhun Andriadi - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Jakarta: Terdakwa kasus suap pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla) Fayakhun Andriadi meminta Staf Khusus Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamana Madya (Purn) Arie Sudewo; Ali Fahmi Habsyi ditangkap dan diadili. Ali Fahmi merupakan salah satu saksi kunci di kasus ini. 

Hal itu diungkapkan Fayakhun dalam sidang pembacaan pledoi atau nota pembelaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Saya mohon pada majelis hakim memerintahkan pihak yang berwenang untuk menangkap dan mengadili Ali Fahmi Habsyi yang hingga kini tidak jelas keberadaan dan proses hukumnya," kata Fayakhun di lokasi, Rabu, 7 November 2018.

Fayakhun mengaku tidak berniat menerima uang suap. Tapi kemudian Ali Fahmi datang dan meminta bantuannya. 

"Saat itu tidak ada terbesit sedikit pun niat jahat hati saya. Saya tidak mau mengambil yang bukan hak saya, apalagi merugikan negara, sama sekali tidak pernah ada niat," ucap Fayakhun.

(Baca juga: Fayakhun dan Fahmi Habsyi Saling Klaim Kawal Anggaran Bakamla)

Dalam dakwaan, pertemuan Ali Fahmi dan Fayakhun terjadi saat kunjungan kerja Komisi I DPR RI ke kantor Bakamla. Dalam pertemuan Ali Fahmi mengaku sebagai staf khusus Kepala Bakamla. 

Selanjutnya Ali Fahmi meminta supaya Fayakhun mengupayakan penambahan alokasi anggaran Bakamla di APBN Perubahan 2016. Pada pertemuan selanjutnya, Ali Fahmi menawari fee enam persen bila Fayakhun memuluskan rencana itu. 

Fayakhun setuju tapi meminta tambahan fee jadi 7 persen. Adapun, pemberian uang diberikan oleh Direktur PT Mireal Esa Fahmi Darmawansyah yang bakal menggarap proyek di Bakamla. 

Hingga saat ini Ali Fahmi tak diketahui keberadaannya. Sejak awal kasus ini bergulir dia tidak pernah terlihat. 

Fayakhun didakwa menerima suap USD 911.480 terkait proyek satelit monitoring di Bakamla. Pemberian uang atas jasanya meloloskan alokasi penambahan anggaran Bakamla dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016.

(Baca juga: Kabakamla Rekrut Politikus Fahmi Habsy untuk Rekomendasi Anggaran)




(REN)