Kerja Sama Antarnegara Usut Aliran Dana Teroris Diperlukan

   •    Rabu, 07 Nov 2018 13:30 WIB
terorisme
Kerja Sama Antarnegara Usut Aliran Dana Teroris Diperlukan
Kapolri Jenderal Tito Karnavian di The 4th Annual Counter-Terrorism Financing (CTF) Summit 2018, Bangkok. Foto: Istimewa.

Jakarta: Kapolri Jenderal Tito Karnavian tekankan pentingnya peningkatan kerja sama antarnegara dalam penanganan terorisme. Aliran dana lintas negara di jaringan kelompok teroris perlu dilacak bersama. 

"Sharing informasi dan pengembangan kapasitas di antara penegak hukum termasuk financial intelligence unit khususnya di kawasan regional Asia dan Australia (diperlukan),” kata Tito dalam The 4th Annual Counter-Terrorism Financing (CTF) Summit 2018, di Royal Orchid Sheraton Hotel, Bangkok, Rabu, 7 November 2018.

Dalam acara itu, mantan Kepala Densus 88 Antiteror Polri itu memaparkan soal perkembangan tindak pidana terorisme di Indonesia. Dia menjabarkan tren pendanaan terorisme, perubahan modus operandi, dan beberapa kasus penanganan aliran dana teroris di Indonesia.

“Misalnya pada kasus bom Bali I, teror Thamrin Jakarta, dan yang terkini yakni teror bom gereja Surabaya,” ungkap dia. 

Tito menyampaikan pandangannya soal peran financial intelligence unit berbagai negara untuk memutus aliran dana dan logistik kelompok teror. Dia menekankan pentingnya kerja sama antarnegara dalam penanganan aliran dana teroris. 

Sementara itu, CTF Summit 2018 dilaksanakan mulai 6 sampai 8 November 2018. Acara itu terselenggara berdasarkan keberhasilan penyelenggaraan di Sydney, Bali, dan Kuala Lumpur. 

Tahun ini, Thailand’s Anti Money Laundering Office (AMLO) menjadi tuan rumah. Acara digelar bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Australian Transaction Reports and Analysis Centre (AUSTRAC).

Baca: RI dan Negara Mitra Sepakati Cara Menghadapi FTF

CTF Summit 2018 diawali pidato dari Menteri Koordiantor Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Dalam Negeri Australia Petter Dutton, dan Deputi Perdana Menteri Thailand Wissanu Krea-ngam. Ketiga pejabat menekankan pentingnya penanganan pendanaan teroris.

Kegiatan ini diikuti para kepala financial intelligence unit, perwakilan senior pembuat kebijakan, penegak hukum, serta lembaga kebijakan dan keamanan nasional. Kalangan industri dan akademisi berbagai negara juga ikut menjadi peserta.





(OGI)