Sindikat Perampok Rumah Mewah Tak Berpenghuni Dibekuk Polisi

Dhaifurrakhman Abas    •    Jumat, 27 Apr 2018 00:24 WIB
perampokan
Sindikat Perampok Rumah Mewah Tak Berpenghuni Dibekuk Polisi
Ilustrasi -- Foto: Medcom.id

Jakarta: Tim Subdit IV Jatanras Polda Metro Jaya berhasil menghentikan perjalanan karier kriminal HR, TM, dan AS. Ketiganya merupakan sindikat pencuri rumah mewah yang ditinggalkan penghuni.

Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indardi mengatakan, kasus tersebut terungkap ketika korban bernama WTH, 53, melapor karena mendapati barang-barang di rumahnya ludes dicuri pelaku. WTH mengaku merugi hingga Rp100 juta.

Saat pencurian terjadi, WTH memang mengakui sedang tak berada di rumahnya yang berlokasi di Taman Harapan Indah, Pluit, Jakarta Utara. Saat itu, WTH sedang berkegiatan di luar rumah.

"Memang ketiga pelaku ini mengincar rumah mewah kosong yang ditinggalkan penghuni. Mereka memang tak mau bersentuhan dengan korban," kata Ade, kepada pewarta, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 26 April 2018.

Menurut Ade, sindikat ini sepakat menjalankan strategi pencurian rumah dengan cara menghindari pertemuan dan pertikaian dengan korban. Supaya tak dijerat pasal berganda apabila pelaku tertangkap oleh pihak penegak hukum.

"Pengakuan pelaku seperti itu ya. Dia menghindari korban dan tidak ingin melukai korbannya dengan menargetkan rumah tak berpenghuni. Namun mereka memiliki empat air soft gun," tutur Dia.

Agar aksinya berjalan lancar, para pencuri tersebut sebelumnya melakukan pemetaan lokasi rumah-rumah mewah yang diperkirakan sedang ditinggalkan penghuni. Mereka juga menyewa mobil mewah dan berpenampilan menarik saat memetakan dan melancarkan aksi oencurian di rumah mewah yang menjadi incaran.

"Itu dilakukan supaya tidak dicurigai oleh masyarakat sekitar bahwa mereka itu pencuri. Agar seolah-olah terlihat seperti penghuni rumah mewah," ungkap Ade.

Setelah menemukan target rumah yang sesuai, pelaku lantas saling berbagi tugas. Satu orang tetap berada di dalam mobil memantau keamanan situasi lingkungan sekitar, satu orang turun dari mobil untuk memasuki rumah dan mencuri barang-barang berharga sementara satu orang lainnya bekerja sebagai penadah barang curian.

"Setelah itu, para pelaku akan mencongkel pintu dan jendela untuk mengambil barang apa pun yang terdapat di dalam rumah," ujar Dia.

Namun sayangnya, aksi pencurian yang dilakukan sindikat di rumah WTH terekam kamera pengintai. Hal itu membuat para sindikat musti berurusan dengan pihak Subdit IV Jatanras Polda Metro Jaya.

"Dari laporan tersebut, kami melakukan observasi dan berhasil menangkap ketiga pelaku," kata Ade.

Ketiga pelaku tak ditangkap hidup-hidup oleh pihak kepolisian. Salah satu pelaku bernama TM musti menerima timah panas dari Polisi lantaran mencoba melawan dengan merebut senapan petugas.

"Kita terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur kepada pelaku TM," tandasnya.

Akibat aksi kriminal yang dilakukan, para pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Para pelaku juga terancam hukuman penjara maksimal selama 7 tahun.


(Des)