Pengadilan tak Berwenang Menentukan Tersangka

   •    Kamis, 12 Apr 2018 14:25 WIB
bank century
Pengadilan tak Berwenang Menentukan Tersangka
Aliansi Pendukung KPK menggelar aksi mendesak KPK menuntaskan kasus korupsi Bank Century. (Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak)

Jakarta: Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atas gugatan Praperadilan yang diajukan Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) terkait kasus Bank Century dinilai aneh dan tidak jelas.

Selain objek gugatan yang tak biasa, pengadilan juga memerintahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menetapkan sejumlah nama sebagai tersangka baru dalam kasus bailout Bank Century. Salah satunya, mantan Wakil Presiden Budiono.

Pengamat Hukum Suparji Ahmad menilai putusan tersebut tidak tepat. Sebab, dalam kasus apa pun pengadilan hanya berwenang untuk mengadili perkara dan melakukan penyitaan, bukan menetapkan tersangka.

"Menyebut nama-nama tertentu untuk ditetapkan sebagai tersangka itu bukan kewenangan pengadilan, itu KPK dengan dasar dua alat bukti dan karena perbuatannya menjadikan dia sebagai tersangka," ujar Suparji, dalam Metro Siang, Kamis, 12 April 2018.

Secara logika, kata Suparji, boleh saja pengadilan meminta atau merekomendasikan KPK untuk melanjutkan penyidikan sebuah kasus. Namun permohonan MAKI yang memerintahkan KPK untuk melanjutkan proses hukum dan menetapkan nama tersangka berlebihan. 

Menurut Suparji, putusan pengadilan memang bisa dijadikan sebagai alat bukti baru bagi KPK untuk melanjutkan proses penyidikan. Tapi hal terpenting lain adalah mencari tahu siapa yang menikmati kucuran dana saat Bank Century di-bailout, bukan sekadar menunjuk hidung orang lain.

"Karena yang ditunjuk itu orang yang cenderung pada proses pengambilan kebijakan dalam posisi strategis pemerintahan. Yang perlu ditindaklanjuti KPK bukan cuma nama-nama itu tapi siapa yang menikmati kucuran dana tersebut," jelasnya.

PN Jakarta Selatan mengabulkan gugatan Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) kepada KPK terkait kasus Century, pada Senin, 9 April. Dalam putusannya, hakim meminta KPK menindaklanjuti perkara Bank Century.

Dalam amar putusan, Hakim Ketua Efendi Muhtar mengabulkan permohonan praperadilan untuk sebagian. Hakim memerintahkan KPK selaku termohon untuk melanjutkan proses hukum sesuai ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku atas dugaan tindak pidana korupsi Bank Century.

Bentuk tindak lanjut dimaksud yakni melakukan penyidikan dan menetapkan tersangka Boediono, Muliaman D Hadad, Raden Pardede, dan kawan-kawan. Kemudian, melanjutkannya dengan pendakwaan dan penuntutan dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.




(MEL)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA