Novanto Siap Huni Lapas Sukamiskin

Damar Iradat    •    Kamis, 03 May 2018 15:06 WIB
korupsi e-ktpsetya novanto
Novanto Siap Huni Lapas Sukamiskin
Setya Novanto--Antara/Wahyu Putro

Jakarta: Terdakwa Setya Novanto mengaku pasrah jika harus dieksekusi ke Lembaga Permasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Eksekusi Novanto ke Sukamiskin bakal segera dilaksanakan setelah mantan Ketua DPR RI itu tak mengajukan banding atas vonis 15 tahun penjara. 

Novanto mengaku siap menjalani hari-harinya selama 15 tahun ke depan di balik jeruji. Ia menyebut Lapas Sukamiskin sebagai salah satu tempat pembelajaran hidup.

"Di Sukamiskin, ini saya mulai dari kos, saya akan ke pesantren. Saya akan banyak belajar berdoa, berdoa, dan tentu saya jadi masyarakat biasa," kata Novanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 3 Mei 2018. 

Baca: Novanto Catat Nama Penikmat Korupsi KTP-el

Di dalam lapas itu, Novanto berjanji bakal berbaur dengan tahanan lainnya. Sepanjang sejarahnya, terpidana kasus-kasus korupsi besar seperti Anas Urbaningrum, Muhammad Nazaruddin, serta Patrialis Akbar telah menghuni lapas tersebut.

Selain itu, dua terpidana korupsi KTP elektronik lainnya, Irman dan Sugiharto, juga sudah menghuni lapas Sukamiskin sejak dieksekusi kemarin. "Saya akan berbaur dengan teman-teman yang lain. Tentu saya saya mohon maaf pada seluruh anggota DPR dan masyarakat Indonesia. Semoga doa-doa yang positif masih ada," ucapnya.

Informasi yang dihimpun, Novanto akan dieksekusi ke Lapas Sukamiskin pada Jumat, 4 Mei 2018. 



Dikonfirmasi secara terpisah, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengaku belum menerima informasi soal eksekusi Novanto, tapi ia memastikan eksekusi Novanto ke Sukamiskin bakal segera dilaksanakan.

"Kita rencanakan bisa dilakukan (eksekusi) secepatnya karena pihak kuasa hukum sudah tidak mengajukan banding, KPK pun menyatakan menerima putusan tersebut," tutur Febri.

Novanto sebelumnya divonis 15 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu juga diwajibkan membayar denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan.

Mantan Ketua Fraksi Partai Golkar itu dituntut membayar uang pengganti sebesar US$7,3 juta dikurangi uang yang telah dikembalikan Rp5 miliar subsider 2 tahun kurungan. Majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan hak politik Novanto selama 5 tahun.


(YDH)