Jokowi: Penyebaran Radikalisme Sudah Sangat Mengkhawatirkan

Achmad Zulfikar Fazli    •    Kamis, 07 Jun 2018 18:11 WIB
terorismeradikalismeTangkal Radikalisme
Jokowi: Penyebaran Radikalisme Sudah Sangat Mengkhawatirkan
Presiden Joko Widodo/MI/Arya Manggala

Jakarta: Presiden Joko Widodo menegaskan paparan radikalisme di lingkungan masyarakat, termasuk kampus, cukup tinggi. Ia memastikan deradikalisasi gencar dilaksanakan guna menangkal paham tersebut.

"Memang kalau melihat data yang terpapar itu angkanya sudah sangat mengkhawatirkan. Ini yang terus akan kita kerjakan," ujar Jokowi di Indramayu, Jawa Barat, Kamis, 7 Juni 2018.

Ia mengajak organisasi keagamaan seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), dan PP Muhammadiyah bersama-sama menanggulangi radikalisme. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi juga kini juga mengkaji perlu tidaknya regulasi khusus yang mengatur radikalisme di lingkungan kampus.

"Tetapi kalau memang regulasi itu diperlukan, akan kita buat. Tapi ini masih dalam kajian," tutur eks Gubernur DKI Jakarta itu.

Ia menegaskan radikalisme dan pencegahannya tak berkaitan dengan prinsip kebebasan akademik atau berserikat. "Ini adalah proses dalam rangka eksistensi negara kita ini, bukan yang lainnya," tegas dia.


(OJE)