Intoleransi Dinilai Sebagai Bibit Terorisme

Deny Irwanto    •    Selasa, 15 May 2018 18:43 WIB
terorisme
Intoleransi Dinilai Sebagai Bibit Terorisme
Ketua Setara Institute Hendardi. Foto: MI

Jakarta: Pemerintah diminta segera mengambil sikap untuk mencegah lebih banyak korban dari terorisme yang terjadi di Indonesia. Salah satunya memberangus intoleransi yang dinilai sebagai bibit terorisme.

Ketua Setara Institute, Hendardi mengatakan, terorisme bisa dicegah dan dibaca sejak dini. Menurutnya, pemerintah harus ambi langkah cepat dalam menyikapi terorisme ini.

"Tesis saya selalu bahwa sikap-sikap intoleransi itu adalah anak tangga pertama menuju radikalisme, itu yang mesti dibenahi. Sayangnya, elit-elit kita sangat jarang mencoba membenahi sikap-sikap intoleransi," kata Hendardi di Rumah Pergerakan Griya Gus Dur, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 15 Mei 2018.

Baca: Lemhannas tak Setuju TNI Dilibatkan Langsung Atasi Teroris

Hendardi menjelaskan, ada segelintir oknum di pemerintahan yang malah memanfaatkan sikap intoleransi di masyarakat. Menurut Hendardi, oknum ini kerap mengambil kepentingan politik dari masyarakat yang intoleransi.

"Saya enggak tau data, tapi saya ingin mengatakan bahwa elit kita adalah suatu elit yang tidak dewasa, sering kali terhadap isu seperti ini juga ikut memainkan peran yang besar di dalam praktik praktik intoleransi, radikalisme, dan terorisme," ungkap Hendardi.




(DMR)