Jaksa Fahrizal Terancam Dipecat

Achmad Zulfikar Fazli    •    Rabu, 21 Sep 2016 14:13 WIB
irman gusman ditangkap
Jaksa Fahrizal Terancam Dipecat
Gedung Kejaksaan Agung (Foto: MI/ Irfan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kejaksaan Agung tengah menyelidiki dugaan pelanggaran etik yang diduga dilakukan Jaksa dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Farizal. Dia diduga menerima suap sebanyak Rp365 juta dalam perkara distribusi gula impor tanpa label Standard Nasional Indonesia (SNI).
 
Inspektorat II Jamwas dari Kejaksaan Agung, Wito mengatakan, pihaknya sedang mengklarifikasi semua pihak soal dugaan suap yang diterima Farizal. Semua pihak di Sumatera Barat yang diduga mengetahui kasus ini sudah diminta keterangan.
 
"Sekarang untuk perilaku sedang kita lakukan klarifikasi," kata Wito di Gedung KPK, Jalan H. R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (21/9/2016).
 
Wito mengungkapkan, pihaknya belum memeriksa Farizal. Sebab, Farizal baru sampai Kejaksaan Agung kemarin pada pukul 00.00 WIB. "Karena datangnya malam jam 12, datang sendiri akhirnya kita ajak istirahat dulu," ujar Wito.
 
Meski kasus Farizal sedang diselidiki KPK, Wito menmgatakan, pihaknya tetap melanjutkan penyelidikan dugaan pelanggaran etik Farizal. Pihaknya akan berkoordinasi dengan KPK dalam menyelidiki kasus ini.
 
Jika dalam penyelidikan terbukti bersalah, Farizal terancam dipecat. "Kalau terbukti ya diberhentikan," ujarnya.


 

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Ketua DPD Irman Gusman, Sabtu, 17 September. Dia disangka menerima Rp100 juta dari Direktur Utama CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto dan istrinya Memi.
 
Kasus ini bermula saat KPK menyelidiki dugaan pemberian uang Xaveriandy pada Jaksa Penuntut Umum Kejari Sumatera Barat Farizal. Pemberian duit terkait kasus penjualan gula oleh CV Rimbun Padi Berjaya tanpa label SNI di Sumbar yang tengah bergulir di Pengadilan Negeri Padang.
 
Dalam proses pengadilan, Xaveriandy yang mantan Direktur CV Rimbun Padi Berjaya diduga membayar Jaksa Farizal buat membantunya dalam persidangan. Farizal diduga menerima duit Rp365 juta dari Xaveriandy.
 
Di tengah penyelidikan perkara ini, KPK mengetahui ada pemberian duit buat Irman dalam kasus lain. Irman diduga mendapat duit Rp100 juta terkait pengurusan kuota gula impor yang diberikan Bulog pada CV Semesta Berjaya tahun 2016 di Sumbar. Dia diduga memberikan rekomendasi pada CV Semesta Berjaya supaya mendapat jatah.
 
Terkait tangkap tangan di rumah Irman, KPK menetapkan Irman, Xaveriandy dan Memi sebagai tersangka. Irman dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.
 
Sementara itu, Xaveriandy dan Memi selaku pemberi suap dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
 
 
 
 


(FZN)

Video /