Polisi Bekuk Dua Pelaku Perdagangan Orang Utan

Dheri Agriesta    •    Selasa, 20 Sep 2016 16:02 WIB
satwa dilindungi
Polisi Bekuk Dua Pelaku Perdagangan Orang Utan
Direktur Tindak Pidana Tertutup Brigjen Purwadi Arianto (kemeja garis) bersama aktivis peduli satwa liar -- MTVN/Dheri Agriesta

Metrotvnews.com, Jakarta: Bareskrim menangkap dua tersangka pelaku perdagangan hewan langka jenis orang utan. Keduanya ditangkap di dua kota berbeda.

"Kita melakukan penangkapan terhadap HY di Kampung Rambutan, Jakarta Timur pada 24 Juli 2016 dengan satu ekor orang utan," kata Direktur Tindak Pidana Tertutup Brigadir Jenderal Purwadi Arianto saat rilis di Bareskrim, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (20/9/2016).

Purwadi menjelaskan, polisi melakukan pengembangan usai menangkap HY. Dua hari kemudian, polisi kembali meringkus satu tersangka berinisial Z di Medan.

Polisi menyita empat ekor anak orang utan yang berusia tujuh sampai sembilan bulan dari tangan Z. "Empat anak orang utan itu saat ini kita titipkan di konservasi Sumatran Orang Utan Center di Sibolangit, Sumatera Utara," kata Purwadi.


Foto barang bukti satwa langka yang diamankan -- MTVN/Dheri Agriesta

Berdasarkan keterangan Z, empat ekor anak orang utan itu akan dijual seharga Rp31 juta. Z yang berprofesi sebagai sopir angkutan travel itu mengaku, disuruh seorang pria dari Kabupaten Aceh Besar untuk mengantarkan empat orang utan kepada pembeli di Medan dengan imbalan Rp200 ribu.

Polisi menetapkan Z dan HY sebagai tersangka. Keduanya didakwa dengan Pasal 21 ayat (2) a juncto Pasal 40 ayat (2) Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan denda maksimal Rp100 juta.

Menurut Purwadi, anak orang utan memang paling laris diperdagangkan dengan harga kisaran Rp8 juta sampai Rp10 juta per ekor. Perdagangan satwa langka ilegal ini sangat memprihatinkan.

Bahkan, lanjut Purwadi, kasus perdagangan hewan yang dilindungi telah menjadi perhatian dunia. Kasus serupa pernah dibahas dalam rapat interpol yang dihadiri kepala kepolisian seluruh negara dunia.


(NIN)

Video /