Pilihan Habib Bahar Enggan Meminta Maaf Disesalkan

M Sholahadhin Azhar    •    Senin, 03 Dec 2018 13:20 WIB
penghinaan lambang negara
Pilihan Habib Bahar Enggan Meminta Maaf Disesalkan
Politisi PKB Abdul Kadir Karding saat konperensi pers di Posko Cemara, Jakarta, Selasa (25/9). Foto: MI/Susanto

Jakarta: Sikap Habib Bahar bin Smith yang enggan meminta maaf dan lebih nyaman 'membusuk' di dalam penjara, disesalkan. Sikap itu disebut justru memperlihatkan arogansinya.

"Mestinya meminta maaf. Kalau tidak (mau), itulah bentuk kesombongan dan kecongkakan dari seorang habib. Sehingga, ya, biar saja itu urusan dia pribadi," ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding, Senin, 3 Desember 2018.

Habib Bahar melontarkan sikapnya saat menghadiri acara Reuni 212 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, kemarin. Ia menyatakan tidak akan meminta maaf terkait tudingan menghina Presiden Joko Widodo. Dia juga tak gentar meski dilaporkan ke polisi.

"Jika kalian merasa itu kesalahan, saya Habib Bahar bin Smith tidak akan meminta maaf dari kesalahan itu. Saya lebih memilih busuk dalam penjara daripada minta maaf," kata Bahar.

Karding menyesalkan sikap Bahar. Apalagi dengan sejarah Bahar yang mengklaim sebagai habib atau keturunan Rasul. Menurutnya, pemuda yang tumbuh di kalangan organisasi, lingkungan, dan belajar Islam, seharusnya menjadi seorang yang pemaaf. 

"Sebab, Islam sesuai ajaran Nabi Muhammad, adalah agama yang pemaaf," kata Karding.

Hal tersebut, kata dia, akan tercermin dalam dakwah atau syiar dari tokoh agama, termasuk Bahar. "Mengedepankan kejujuran, mengedepankan diksi yang positif, mengajak kebaikan, itulah dakwah," katanya.

Baca: Habib Bahar bin Smith Batal Diperiksa

Bahar dilaporkan oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jokowi Mania (Jo-Man) atas kasus dugaan penghinaan ke Presiden Jokowi pada Rabu, 28 November. Penghinaan diduga dilakukan saat Bahar berceramah pada 17 November.

"Kami melaporkan Bahar atas kasus ujaran kebencian melalui video ceramah pada 17 November 2018 dalam acara maulid nabi itu di Darussalam Satu Batu Ceper Tangerang," ucap Ketua DPD Jo-Man DKI Jakarta, Rahmat, ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu, 28 November 2018.

Dia menyebut, pada video berdurasi satu menit itu, Bahar selalu menghina dan melecehkan Jokowi. Ujaran kebencian itu dinilai sangat tidak pantas diungkapkan ke masyarakat luas.

"Dengan melihat video sudah kita dapat buktinya. Makanya kita laporkan hari ini bersama barang bukti yang ada, yakni video selama 60 detik yang kita simpan di flashdisk yang kita bawa ini," kata dia.




(UWA)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA