Polisi Tetapkan Satu Tersangka dalam Kasus Pungli di Pelabuhan Palaran

Damar Iradat    •    Senin, 20 Mar 2017 00:39 WIB
pungli
Polisi Tetapkan Satu Tersangka dalam Kasus Pungli di Pelabuhan Palaran
Ilustrasi -- Antara--

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Reserse Kriminal dan Polda Kalimantan Timur menetapkan Sekretaris Koperasi Samudera Sejahtera (Komura), DHW sebagai tersangka. DHW ditetapkan sebagai tersangka pemerasan pada kasus pungutan liar di Pelabuhan Peti Kemas Palaran Samarinda, Kalimantan Timur.

Kapolda Kaltim Irjen Safaruddin mengatakan, DHW ditetapkan sebagai tersangka karena dinilai sebagai pihak yang bertanggung jawab atas penyusunan administrasi koperasi yang mengelola tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di Pelabuhan Palaran. Hal ini menyebabkan terjadinya dugaan tindak pidana pemerasan.

"Dia (DHW) yang membuat administrasi serta mengetahui kegiatan di Komura, dan diduga ikut terlibat. Dia dijerat pasal 386 KUHP tentang Pemerasan," kata Safarudin, seperti dikutip dari Antara, Senin 20 Maret 2017.

Saat ini polisi masih melanjutkan proses penyidikan dan penyitaan barang bukti berupa dokumen. Minggu siang, polisi juga melakukan pengembangan penyidikan, dan tidak menutup kemungkinan DHW juga bakal dijerat pasal tindak pidana korupsi serta tindak pidana pencucian uang.

Dalam kasus ini, polisi telah memeriksa dua saksi dan tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka bakal bertambah. Sebab, sampai saat ini, polisi masih memeriksa kasus secara intensif.

"Dokumen yang disita juga cukup banyak, dan itu akan diteliti satu per satu, kemudian disinkronkan dengan hasil pemeriksaan saksi-saksi," tegas dia.

Sebelumnya Tim Saber Pungli Polda Kalimantan Timur membongkar praktik pungutan liar di terminal peti kemas (TPK) Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat 17 Maret 2017. Kardus berisi uang tunai Rp6,1 miliar disita polisi.

Kapolda Kaltim Irjen Safaruddin mengatakan, penindakan berdasarkan laporan masyarakat terkait besarnya harga tarif bongkar muat. Biaya bongkar muat yang seharusnya hanya Rp10 ribu, naik hingga 180 persen menjadi Rp180 ribu.



(SCI)