Komisi IX Apresiasi Penangkapan 41 TKA Asal Tiongkok

Al Abrar    •    Senin, 28 Nov 2016 12:05 WIB
pekerja asing
Komisi IX Apresiasi Penangkapan 41 TKA Asal Tiongkok
Sejumlah pekerja asing asal China berbaris saat hendak didata oleh Ditreskrimum Polda Kalbar, di kawasan proyek pembangunan PLTU di Jungkat, Pontianak, Kalbar, Selasa (19/3). Foto: Antara/Jessica Wuysang

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua Komisi IX DPR Saleh Daulay mengapresiasi kinerja Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Tenaga Kerja dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang telah mengamankan 41 orang tenaga kerja asing (TKA) ilegal asal Tiongkok. Keberhasilan ini sekaligus mengindikasikan banyaknya pekerja asing ilegal asal Tiongkok yang bekerja di Indonesia.

"Yang 41 orang itu kan baru yang tertangkap. Kita bisa saja menduga masih banyak TKA ilegal yang belum tertangkap," kata Saleh melalui pesan singkat, Senin (28/11/2016).

Dia berharap Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Hanif Dhakiri meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan TKA.
Juga berkoordinasi dan sinergi dengan kementerian lembaga. Seperti Kementerian Hukum dan HAM, khususnya Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Luar Negeri dan kepolisian.

"Masing-masing pihak perlu menyusun langkah-langkah antisipatif, sehingga TKA ilegal tidak dengan mudah masuk ke Indonesia," kata politikus PAN ini.

Saleh meminta persoalan TKA ilegal tidak dianggap remeh. Sebab, masuknya orang asing secara ilegal dapat mengganggu kedaulatan Indonesia. Faktanya, semua negara sangat memperhatikan dan melakukan pengawasan ketat terhadap masuknya orang asing ke negara masing-masing.

"TKI kita di luar negeri juga diawasi ketat. Tidak hanya soal izin tinggal dan izin kerja, paham keagamaan TKI kita juga terkadang diawasi. Di Korea Selatan, sudah banyak TKI kita yang dideportasi karena diduga menganut paham radikal. Semestinya, hal yang sama juga dilakukan di Indonesia," kata Saleh.


(MBM)