Polisi akan Cek Sistem Pengawasan di STIP

Achmad Zulfikar Fazli    •    Rabu, 11 Jan 2017 17:02 WIB
penganiayaan di stip
Polisi akan Cek Sistem Pengawasan di STIP
STIP di Cilincing Jakarta Utara/MI/Immanuel

Metrotvnews.com, Jakarta: Polisi akan melihat sistem pengawasan terhadap siswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Cilincing, Jakarta Utara. Sebagai pencetak calon pelayar, sekolah seharusnya mengawasi ketat siswanya.

"Tentunya kita akan melihat bagaimana sistem pengasuhan yang ada di STIP. Mencetak pelayan yang andal jadi harus dilihat bagaimana (pemberian) makannya dan sebagainya," kata Kapolres Jakarta Utara Kombes Awal Chairuddin dalam konferensi pers di Mapolres Jakarta Utara, Koja, Jakarta Utara, Rabu (11/1/2017).

Rencana pengecekan menyusul tewasnya siswa tingkat satu di STIP, Amirulloh Adityas Putra. Dia menghembuskan napas terakhir setelah dianiaya empat senior tingkat II di STIP.

Kejadian serupa juga pernah terjadi pada 2014. Dimas Dikita Handoko, siswa tingkat satu di STIP juga tewas dianiaya senior.

Menurut Awal, penyelidikan sistem pengawasan juga harus dilaksanakan karena kejadian serupa telah berulang. "Ini siapa yang bertanggung jawab dan siapa yang mengawasi. Jadi akan dilihat job desk-nya," ucap dia.

Lima siswa tingkat dua di STIP telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan. Empat tersangka, SM, I, AR, dan WH, diduga terkait kematian Amirulloh Adityas Putra.

Sedangkan seorang tersangka berinisial J diduga menganiaya empat siswa taruna tingkat satu lainnya. Saat kejadian, Amirulloh menghadap para seniornya bersama beberapa siswa tingkat satu.
Kejadian nahas ini berawalan pada pukul 17.00 WIB, SM, terduga pelaku, mengajak pelaku lain berkumpul dan merencanakan penganiayaan kepada junior.

Amirulloh tewas setelah dipukuli senior-seniornya. Salah satu pelaku, SM memanggil enam taruna tingkat satu berkumpul di lantai dua, kamar M-205, Gedung Dormitory ring empat, kampus STIP. Satu per satu taruna tingkat satu datang ke lokasi yang sudah ditentukan.

Di sana, senior memukuli korban secara bergantian dengan tangan kosong. Pukulan diarahkan ke perut, dada, dan ulu hati. Amirulloh yang mendapat pukulan yang sama secara tiba-tiba ambruk setelah dipukul oleh WH, terduga pelaku lainnya.

Pelaku panik dan melapor kepada senior serta pihak sekolah. Sayangnya, nyawa Amirulloh tak tertolong.

Polisi telah memeriksa para tersangka dan beberapa saksi siswa tingkat dua di STIP. Sejumlah barang bukti juga telah diamankan, yakni berupa satu botol minyak tawon, satu botol minyak telon, satu gayung mandi, satu gelas, dan dua puntung rokok.


(OJE)

Karangan Bunga untuk Ahok-Djarot Penuhi Balai Kota

Karangan Bunga untuk Ahok-Djarot Penuhi Balai Kota

2 hours Ago

Metrotvnews.com, Jakarta: Puluhan karangan bunga warna-warni memenuhi halaman Balai Kota DKI Ja…

BERITA LAINNYA