Kabar Kematian Bahrun Naim Perlu Diwaspadai

M Sholahadhin Azhar    •    Selasa, 05 Dec 2017 22:48 WIB
terorisme
Kabar Kematian Bahrun Naim Perlu Diwaspadai
Ilustrasi. MTVN/ Rizal

Jakarta: Informasi mengenai tewasnya Bahrun Naim perlu diwaspadai. Pengamat Terorisme UI Ridwan Habib melihat beberapa kecenderungan terkait hal ini. Pertama, jika ternyata kabar tersebut benar.

"Jika kabar itu benar, kita akan menghadapi fase baru jaringan teroris di Indonesia. Siapa yang menggantikan Bahrun Naim," kata Ridwan kepada Medcom.id, Selasa, 5 Desember 2017.

Selain itu komunikasi di Telegram bakal berkurang, jaringan teroris bakal berpindah skema komunikasi dari aplikasi tersebut. Kedua, penegak hukum juga harus waspada karena bisa jadi kabar kematian itu hoaks belaka.

"Hati-hati, jangan-jangan ini hanya pengalihan untuk mengelabuhi. Kita asumsikan dia mati, tapi ternyata merancang serangan teroris aktif. Apalagi ini akhir tahun dan terbilang rawan," imbuu Ridwan.

Menurutnya, ada siklus serangan yang bisa dipetakan menjadi pola. Nah saat Desember seperti ini, biasanya kerawanan meningkat. Ada acara nasional seperti Natal dan tahun baru yang kemungkinan besar jadi sasaran.

Teroris akan menyerang dengan perkiraan magnitude yang tepat. Tujuannya untuk mendongkrak pemberitaan mengenai aktifitas teror mereka.

"Ada magnitude tertentu, Desember saat Natal dan tahun baru ini seksi dari sisi pemberitaan. Mereka butuh diketahui publik bahwa mereka aktif dan sel-selnya bergerak. Ini yang harus dipersiapkan BNPT dan Densus 88," tandasnya.


(LDS)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

10 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA