Uang Suap DPRD Jambi Dimasukan dalam Kantong Plastik

Damar Iradat    •    Rabu, 14 Feb 2018 18:29 WIB
ott anggota dprd jambi
Uang Suap DPRD Jambi Dimasukan dalam Kantong Plastik
Plt Kepala Dinas PUPR Jambi Arfan - ANT/Hafidz A Mubarak.

Jambi: Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan metode penyerahan uang suap untuk anggota DPRD Jambi. Uang suap dimasukan ke dalam kantong plastik. 

Jaksa KPK mengungkapkan, awalnya Plt Kepala Dinas PUPR Jambi Arfan menemui Joe Fandy Yoesman alias Asiang serta Ali Tonang alias Ahui, selaku kontraktor yang mendapat pekerjaan di Dinas PUPR Provinsi Jambi. Arfan lantas menyampaikan permintaan uang sebesar Rp5 miliar kepada keduanya. 

"Ahui kemudian menyanggupi untuk menyediakan uang sesuai permintaan Arfan," kata jaksa saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tipikor Jambi, Rabu, 14 Februari 2018. 

Selang beberapa waktu kemudian, Ahui dan Arfan kembali bertemu. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membicarakan bagaimana caranya Ahui menyerahkan uang sebesar Rp5 miliar kepada Arfan.

Ahui kemudian sepakat untuk menggunakan mobil Mitsubhisi Outlander milik Dheny Ivantriesyana Poetra alias Ivan yang akan diserahkan kepada Arfan setelah di dalamnya dimasukan uang Rp5 miliar.

Pada sore harinya, Robert, pegawai Ahui memberitahu Nusa Suryadi agar mengambil mobil Mitsubishi Outlander tersebut di sebuah mini market di daerah Simpang Ahok, Kota Jambi. Dalam pertemuan itu, Ahui kemudian menyerahkan kunci mobil yang di dalamnya sudah berisi uang sebesar Rp5 miliar.

(Baca juga: Zumi Zola Disebut Merestui Suap DPRD Jambi)

Selanjutnya Arfan memerintahkan Wahyudi Apdian dan Ivan untuk membawa mobil Mitsubishi Outlander ke rumah Wasis Sudibyo.

"Di rumah Wasis mereka membagi uang sebesar Rp5 miliar ke dalam beberapa kantong plastik yang akan diberikan kepada seluruh fraksi DPRD Jambi dengan besaran jumlah uang yang bervariasi sesuai dengan arahan Arfan dan Saipudin," beber jaksa. 

Sebelumnya, Arfan, Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Erwan Malik, dan Asisten III Bidang Administrasi Pemprov Jambi Saipudin menyuap sejumlah anggota DPRD Jambi sebesar Rp3,4 miliar. Suap itu diduga untuk memuluskan pembahasan Raperda APBD Jambi menjadi Perda APBD tahun anggaran 2018.

Atas perbuatannya, baik Erwan, Arfan, Saipun didakwa melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupso juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. 

(Baca juga: Plt Sekda Jambi Didakwa Suap Anggota DPRD Rp3,4 Miliar)




(REN)