KPK Bidik Tersangka Baru Kasus 'Penyelamatan' Novanto

Ilham wibowo    •    Kamis, 11 Jan 2018 02:12 WIB
korupsi e-ktpsetya novanto
KPK Bidik Tersangka Baru Kasus 'Penyelamatan' Novanto
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan - Medcom.id/Ilham Wibowo.

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah membidik tersangka baru di kasus upaya merintangi proses penyidikan korupsi KTP-el, yang menjerat Setya Novanto. Lembaga Antikorupsi memastikan masih ada pihak lain yang ikut terlibat dalam kasus tersebut.

"Saksi lainnya bisa saja dalam pengembangan kalau kita bisa buktikan (dijadikan tersangka)," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu 10 Januari 2018.

Dalam kasus ini, KPK baru menetapkan Advokat Fredrich Yunadi dan Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo. Padahal tiga orang lagi yang diduga ikut terlibat dalam pelarian Novanto, bahkan ketiga orang itu yakni Reza Pahlevi, M Hilman Mattauch, dan Achmad Rudyansyah telah dicegah bepergian ke luar negeri.

Basaria tak menepis, kalau ketiga orang yang telah dicegah itu berpotensi menjadi tersangka selanjutnya. Tak hanya itu, dia menegaskan, pihaknya tidak akan segan-segan menjerat semua pihak yang terlibat jika ditemukan bukti yang cukup.

"Maka untuk berikutnya bisa saja jadi tersangka," ujarnya.

Baca: Skenario Fredrich Yunadi untuk Selamatkan Novanto

Basaria membantah pengusutan kasus ini bagian dari kriminalisasi. Dia mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) serta Ikatan Doktor Indonesia (IDI) terkait penetapan tersangka Fredrich dan Bimanesh.

"Ini sudah jelas ada pasalnya, ini bukan kriminalisasi dan sudah kita terapkan sebelumnya untuk orang lain. Intinya apakah unsur terpenuhi adanya dua alat bukti sudah ada, maka unsur delik pasal 21 (UU Tipikor) terpenuhi, silakan lanjut (ke tahap penyidikan)," ungkapnya.

KPK sebelumnya, menetapkan Advokat Fredrich Yunadi dan Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo sebagai tersangka. Keduanya diduga kuat telah menghalang-halangi proses penyidikan perkara korupsi KTP-el yang menjerat Novanto.

Akibat perbuatanya, Fredrich dan Bimanesh dijerat Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


(JMS)

Hari Ini, Dokter Bimanesh Hadapi Vonis Hakim

Hari Ini, Dokter Bimanesh Hadapi Vonis Hakim

5 minutes Ago

Dokter Bimanesh Sutarjo bakal mendengarkan sidang pembacaan putusan oleh majelis hakim Tindak P…

BERITA LAINNYA