Sandiaga Dilaporkan Terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen PT Japirex

Deny Irwanto    •    Rabu, 10 Jan 2018 10:26 WIB
kasus penggelapan
Sandiaga Dilaporkan Terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen PT Japirex
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (kanan) berlari menuju Balai Kota, di Jakarta, Jumat (20/10) - ANT/Galih Pradipta

Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Dia dilaporkan terkait dugaan pemalsuan dan atau menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam akta otentik. 

"Laporan untuk sertifikat nomor 1020 yang dibalik nama dari Djoni Hidayat ke PT Japirex tanpa adanya AJB (Akta Jual Beli) dan telah dijual ke orang ke tiga," kata pelapor Fransiska Kumalawati Susilo di Polda Metro Jaya, Rabu, 10 Januari 2018.

Fransiska mengungkapkan Sandiaga bersama Andreas Tjahyadi pada 2012 yang merupakan pemilik saham di PT Japirex telah menjual sebidang tanah dengan luas 3.000 meter persegi yang terletak di Jalan Raya Curug, Tangerang, Banten.

Padahal, kata Fransiska, tidak pernah ada perjanjian antara pihaknya dengan Sandiaga dan Andreas mengenai penjualan tanah tersebut. Dia menilai Sandiaga sudah melanggar aturan. 

"Surat pelepasan hak isi nya jelas, bahwa tanah tersebut tetap beratasnamakan pihak pertama. Jadi hanya untuk dipergunakan bukan untuk dibalik nama maupun diperjualbelikan. Mana RUPS PT untuk pembelian asset? Kan juga tidak ada," jelas Fransiska.

Laporan Fransika tertuang dalam laporan polisi nomor LP/109/I/2018/PMJ/Dit.Reskrimum, Senin, 8 Januari. 

Sebelumnya Djoni Hidayat melalui kuasa Fransiska Kumalawati  Susilo melaporkan kasus dugaan penggelapan tanah tersebut ke Polda Metro Jaya sejak Maret 2017. Diketahui Sandi dengan rekan bisnisnya Andreas Tjahyadi pernah menjadi direksi di PT Japirex, yang kemudian melakukan penjualan properti berupa sebidang tanah.

(Baca juga: Polisi Pelajari Berkas Pelapor Sandiaga Uno)

Cerita ini bermula ketika manajemen Japirex, Sandiaga dan Andreas berencana menjual aset Japirex seluas sekitar 6.000 meter persegi di jalan Curug Raya, Tangerang. Di belakang tanah tersebut terdapat 3.000 meter persegi milik Djoni Hidayat.

Berdasarkan keterangan Djoni, tanah 3.000 meter tersebut merupakan tanah titipan dari almarhumah Happy Soeryadjaya. Di mana, almarhumah merupakan istri pertama Edward Soeryadjaya.

Dalam daftar perusahaan PT Japirex, disebutkan bahwa hanya ada dua orang, yaitu Sandi dan Andreas sebagai pemilik perusahaan. Berkas perusahaan tersebut adalah akta perusahaan ketika PT Japirex yang dilikuidasi pada 2009. Di mana ketua tim likuidasi adalah Andreas Tjahyadi.

Sebelumnya Fransiska juga melaporkan Sandiaga dan Andreas atas kasus dugaan penipuan, penggelapan, dan pencucian uang ke Polda Metro Jaya. Laporan polisi teregistrasi dengan nomor: LP/1151/III/2017/PMJ/Dit.Reskrimum pada 8 Maret 2017.

Akibat tanahnya digelapkan oleh pemegang saham PT Japirex, pelapor merasa sangat dirugikan. Pelapor juga mengaku tidak mempunyai motif apa pun dalam melaporkan masalah ini. 

"Saya hanya ingin menuntut keadilan atas hak dari almarhumah," kata Fransiska.
 


(REN)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

6 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA