Ketua DPR Mengaku Inisiatif Sendiri Datangi KPK

Media Indonesia    •    Jumat, 08 Jun 2018 14:28 WIB
korupsi e-ktp
Ketua DPR Mengaku Inisiatif Sendiri Datangi KPK
Ketua DPR Bambang Soesatyo. Foto: Medcom.id

Jakarta: Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyatakan kedatangannya ke KPK untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus korupsi KTP elektronik (KTP-el), merupakan inisiatif sendiri. Kedatangannya sekaligus untuk mengklarifikasi ketidakhadiran pada pemanggilan pada Senin, 4 Juni 2018.

"Alhamdulillah, Jumat ini kegiatan DPR RI agak senggang. Jumat itu hari fraksi, jadi tidak ada agenda sidang maupun agenda penting kedewanan lainnya. Kehadiran saya pagi ini selain untuk menghargai pimpinan KPK, juga untuk menjadi contoh bagi pejabat penyelenggara dan masyarakat Indonesia untuk senantiasa taat hukum dan taat asas," ujar Bamsoet, Jumat, 8 Juni 2018.

Bamsoet datang pukul 08.00 WIB dan diperiksa selama satu jam. Bamsoet menjelaskan, pada undangan Senin lalu, ia tidak bisa hadir karena sudah ada agenda pertemuan dengan berbagai kelompok masyarakat yang sudah terjadwal. Bamsoet juga sudah mengirimkan surat ke KPK tidak bisa memenuhi undangan tersebut.

"Dalam surat yang saya kirim, saya minta penjadwalan ulang. Namun, karena hari ini kegiatan saya tidak padat, maka saya berinisiatif datang langsung ke KPK tanpa harus menunggu surat undangan berikutnya dari KPK," kata dia.

Bamsoet mengaku ditanya terkait adanya transfer dana sebesar Rp50 juta kepada DPD Partai Golkar Jawa Tengah. Ia berharap keterangan yang diberikan membantu KPK menyelesaikan kasus yang ditangani.

"Saya diminta keterangan seputar adanya transfer Rp50 juta rupiah ke DPD Partai Golkar Jawa Tengah pada Mei 2012. Katanya sudah dikembalikan ke KPK pada Desember 2017. Terus terang saya jelaskan dan tegaskan ke KPK, saya sama sekali tidak mengetahui adanya transfer dan pengembalian uang itu," ujarnya.

Ia juga menyatakan tak tahu asal uang tersebut, apakah dari urusan KTP-el atau hasil usaha lainnya dari si pengirim. "Saya juga tidak tahu," lanjutnya.

Mantan ketua Komisi III DPR ini menyampaikan, sebagai anggota DPR dari Jawa Tengah, ia selalu membantu berbagai kegiatan Partai Golkar di sana secara langsung dan tidak pernah melalui transfer.

Dalam kesempatan yang sama Bamsoet menyatakan senantiasa siap membantu kinerja KPK dalam penegakan hukum di Indonesia, terutama dalam mencegah dan memberantas korupsi.

Baca: Bamsoet Dicecar Aliran Uang ke DPD Golkar Jateng

Ia menekankan tugasnya sebagai ketua DPR saat ini adalah menjaga suasana politik agar tetap kondusif menjelang pesta demokrasi Pileg dan Pilpres 2019. Termasuk menjaga hubungan DPR dan KPK tetap harmonis.

"Saya yakin KPK senantiasa mampu bekerja secara profesional. Jika ada tekanan maupun pengaruh dari pihak mana pun, KPK jangan ragu melaporkan kepada DPR. Saya pastikan DPR akan terus membantu dalam mendukung kerja KPK," katanya.

Sebelumnya, KPK mengagendakan pemeriksaan terhadap Bamsoet, Senin, 4 Juni 2018. Bamsoet rencananya akan diperiksa sebagai saksi untuk dua tersangka kasus dugaan korupsi KTP-el yakni Irvanto Hendra Pambudi (IHP) dan Made Oka Masagung (MOM).

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan ada beberapa hal yang akan dikonfirmasi penyidik kepada Bamsoet. Di antaranya, soal aliran dana terkait korupsi KTP-el kepada sejumlah pihak, termasuk terkait proses penganggaran pengadaan proyek KTP-el tersebut.

"Selain itu, beberapa saksi kami klarifikasi juga terkait proses pengadaan. Jadi informasi yang kita butuhkan beragam," ujarnya.




(UWA)

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

1 day Ago

Fredrich menyesalkan sikap JPU KPK yang dinilai sengaja tidak mau menghadirkan sejumlah saksi k…

BERITA LAINNYA