Saksi: Setya Novanto Dijatah 7% Uang Proyek KTP-el

Surya Perkasa    •    Kamis, 20 Apr 2017 15:39 WIB
korupsi e-ktp
Saksi: Setya Novanto Dijatah 7% Uang Proyek KTP-el
Ilustrasi KTP-el/ANT/Irwansyah Putra

Metrotvnews.com, Jakarta: Saksi kasus korupsi KTP-elektronik (KTP-el), Direktur Teknik PT Java Trade Utama Jimmy Iskandar Tedjasusila alias Bobby, mengungkap harus menyiapkan jatah 7 persen dari nilai proyek untuk Setya Novanto.  Anggota Tim Fatmawati itu mengaku sempat berbicara dengan Direktur PT Murakabi Sejahtera, Irvanto Hendra Pambudi.

Dari pembicaraan tersebut, Irvan mengungkap biaya yang dikeluarkan terkait proyek KTP-el sangat besar. "Irvan sempat bicara biaya besar banget. Saya tanya berapa besar, 7 persen kata dia. Dia bilang buat Senayan," ungkap Bobby di depan majelis hakim sidang KTP-el, Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis 20 April 2017.

Bobby mengaku tak tahu apakah uang itu untuk diberikan kepada anggota dewan. Dia tidak bisa mengungkapkan secara jelas uang untuk Senayan itu dimaksudkan untuk apa.

Pernyataan Bobby kemudian ditimpali Direktur Utama PT Java Trade Utama, Johanes Richard Tanjaya. Irvan disebut sebagai keponakan Setya Novanto yang kini menjabat sebagai Ketua DPR.

Menurut Johanes, biaya 7 persen merupakan bagian untuk Setya Novanto dalam proyek tersebut. Hal itu terungkap dari tanya jawab jaksa KPK Taufiq Ibnugroho dan Johanes.

"Apa pernah dapat info dari Bobby, SN Group dapat 7 persen?" tanya Taufiq.

Johanes mengakui pernah mendengar informasi itu. Johanes juga menjadi salah satu anggota Tim Fatmawati bentukan tersangka pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong.

"Setahu saya SN bukan grup. SN ya Setya Novanto," tegas Johanes. Saat itu Setya Novanto menjabat Ketua Fraksi Golkar di DPR.


(OJE)