Polri Tunggu Hasil Penelitian JPU Terkait Kasus Hary Tanoe

Lukman Diah Sari    •    Jumat, 14 Jul 2017 19:38 WIB
korupsi mobile8 telecom
Polri Tunggu Hasil Penelitian JPU Terkait Kasus Hary Tanoe
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul. Foto: Metrotvnews.com/ Ilham Wibowo.

Metrotvnews.com, Jakarta: Berkas perkara kasus dugaan SMS ancaman terhadap Jaksa Yulianto, oleh tersangka Hary Tanoesoedibjo, telah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Senin 10 Juli 2017. Kini, pihak Polri masih menanti apakah berkas yang diajukan dinyatakan lengkap atau tidak oleh jaksa. 

"Kalau enggak lengkap, akan ada pengembalian berkas perkara dengan petunjuk untuk dilengkapi," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat 14 Juli 2017.

Bila ternyata tidak lengkap, kata Martin, penyidik bakal segera melengkapi dan mengembalikan kembali ke jaksa. Tapi, bila dinyatakan lengkap maka bakal segera serahkan barang bukti juga tersangka ke Kejaksaan. 

"Jaksa Penuntut Umum punya waktu selama 14 hari, untuk bisa mengetahui apakah penyidikan yang dilakukan penyidik lengkap, baik administrasi, substansi penyidikan," jelas dia. 

Selain itu, keterangan para ahli yang perlu ditambahkan, agar kelak menjadi perkara yang lengkap. 

Penetapan tersangka Hary Tanoe terdapat dalam SPDP dengan nomor B30/VI/2017 Dit Tipid Siber tertanggal 15 Juni 2017.

Sebelumnya, Jaksa Yulianto melaporkan Hary Tanoe karena menerima SMS 'kaleng'. Saat itu, Yulianto sedang menangani kasus Mobile-8.

Hary dilaporkan lantaran diduga melanggar Pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana 15 tahun. Laporan Polisi (LP) Yulianto terdaftar dengan Nomor LP/100/I/2016/Bareskrim. Yulianto berani melapor karena mengklaim memiliki bukti cukup.

Sementara itu, Pihak Hary Tanoe melalui kuasa hukumnya Hotman Paris, menyebut bahwa SMS yang ditujukan ke Yulianto bukan ancaman. 

Hotman menyatakan pesan singkat yang dikirim Hary kepada Kasubdit Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Yulianto, bersifat umum dan berkategori idealis.

Pesan pendek Hary kepada Yulianto:
Mas Yulianto, kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang preman. Anda harus ingat kekuasaan itu tidak akan langgeng. Saya masuk ke politik antara lain salah satu penyebabnya mau memberantas oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional yang suka abuse of power. Catat kata-kata saya di sini, saya pasti jadi pimpinan negeri ini. Di situlah saatnya Indonesia dibersihkan.


(SCI)

Penyakit Novanto Kembali Bertambah

Penyakit Novanto Kembali Bertambah

1 hour Ago

Setyo menduga vertigo yang diderita Novanto berasal dari penyakit sinusitisnya.

BERITA LAINNYA