Bareskrim Putuskan Status Pemilik First Travel Siang Ini

M Sholahadhin Azhar    •    Kamis, 10 Aug 2017 13:10 WIB
ibadah umrah
Bareskrim Putuskan Status Pemilik First Travel Siang Ini
Manajemen First Travel menjelaskan soal keterlambatan umrah. Foto: Metrotvnews.com/Ciputri

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyidik masih memeriksa pemilik jasa umrah First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan. Status keduanya bakal diputuskan siang ini. 

"Saat ini dalam pemeriksaan. Siang ini kita tentukan apakah yang bersangkutan kita tetapkan sebagai tersangka atau tidak. Berdasarkan alat bukti yang terkumpul. Sementara pemeriksaan masih berlangsung," kata Dirtipidum Bareskrim, Brigjen Hery Rudolf Nahak di Bareskrim, Jalan Medan Merdeka Timur nomor 16, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis 10 Agustus 2017.

Hery menuturkan, keduanya dilaporkan terkait dugaan penipuan dan penggelapan. Andika dan Anniesa menawarkan memberangkatkan umrah dengan harga murah melalui agen. 

Nantinya, agen bakal mencari dan merekrut calon jemaah. Tapi, proses pemberangkatan tidak berjalan mulus. 

"Sudah ada yang berangkat. Sebagian besar belum. Jumlahnya ribuan. Nanti sudah lengkap hasil pemeriksaan nanti akan kita sampaikan," sebut Hery. 

Dari dugaan penipuan ini, First Travel meraup untung besar. Untuk diketahui, dalam paket promo umrah, perusahaan itu mematok sekitar Rp14 juta pada calon jemaah. Sementara yang mendaftar paket tersebut ada ribuan calon melalui agen First Travel.

Polisi, kata Hery, belum mengetahui pasti jumlah penipuan yang dilakukan. "Lagi dihitung, karena ini jumlahnya besar. Jadi modelnya dia janji memberikan umrah murah, dibayar, uang masuk, tapi tidak diberangkatkan," tutur Hery.

Sebelumnya, Badan Reserse Kriminal Polri Menangkap pemilik penyedia jasa umrah First Travel atas nama Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan. Suami-istri itu ditangkap karena diduga menipu calon jemaah umrah.

"Pelaku menjanjikan dengan cara menawarkan biaya umrah," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul, saat dikonfirmasi Metrotvnews.com, Kamis 10 Agustus 2017.

Penangkapan direktur umum dan direktur First Travel itu dilakukan setelah Bareskrim memeriksa 11 saksi yang terdiri dari agen dan calon jemaah. Keduanya ditangkap di kompleks perkantoran Kementerian Agama RI pada Rabu 8 Agustus 2017 pukul 14.00 WIB. 




(REN)