Pembuat Uang Palsu Kambuhan Dicokok

Lukman Diah Sari    •    Jumat, 16 Jun 2017 12:57 WIB
uang palsu
Pembuat Uang Palsu Kambuhan Dicokok
Uang palsu yang diamankan polisi dari MA. Foto: MTVN/Lukman Diah Sari.

Metrotvnews.com, Jakarta: MA, pembuat uang palsu, ditangkap Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri. Padahal, lelaki 44 tahun itu baru dua bulan ini bebas setelah dibui atas kasus yang sama.

"Yang bersangkutan di dalam Lapas belajar dengan pelaku lain. Dan hasilnya ini, mereka setelah keluar melalukan praktik yang di dalam Lapas," kata Direktur Dittipideksus Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Agung Setya di Gedung Bareskrim Polri, Kementerian Kelautan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat 16 Juni 2017.

MA, kata Agung, telah menjalani masa hukuman penjara selama 1 tahun 8 bulan. Namun, bukannya berbenah diri, MA justru mendalami ilmu pembuatan uang palsu di dalam Lapas. 

Aksi penjahat kambuhan itu diketahui dari laporan kepada polisi. Kemudian, pelapor bersama polisi membuat perjanjian dengan pelaku, untuk membeli uang palsu tersebut. Setelah menyakini uang yang dibuat MA adalah palsu, polisi lantas mencokok MA. 


Uang palsu yang baru dicetak. Foto: MTVN/Lukman Diah Sari.

MA ditangkap pada Rabu 14 Juni di kediamannya di Lampung Selatan. Korps Bhayakara pun menyita beberapa barang bukti berupa mesin potong kertas, 3 unit printer, 1 unit hair dryer, kertas bahan baku uang palsu, cuter, mistar, meja kaca, satu unit monitor, pilox, satu unit mesin laminating, 1.000 lembar uang palsu pecahan Rp50.000, uang palsu pecahan Rp50 ribu setengah jadi, dan satu mobil pick up. 

"Peredaran uang rencananya di Jakarta. Ada 1.000 lembar yang sudah jadi," ucap Agung. 

Beruntung, belum sempat diedarkan, polisi lebih dulu menciduk MA. Rencananya, uang palsu tersebut akan diedarkan di Jakarta, mengingat perputaran uang yang kencang saat Ramadan ini. 

"Pasal yang disangkakan Pasal 36 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang. Maksimum 10 tahun penjara. Kita harap bisa maksimum," tegas dia. 


(OGI)