Terpidana Kasus KTP-el Dijebloskan ke Lapas Tangerang

Fachri Audhia Hafiez    •    Jumat, 05 Oct 2018 20:15 WIB
korupsi e-ktp
Terpidana Kasus KTP-el Dijebloskan ke Lapas Tangerang
Tersangka dipenjara. Ilustrasi: Medcom.id/Syahmaidar.

Jakarta: Terpidana kasus KTP-el Andi Agustinus alias Andi Narogong dijebloskan ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Banten. Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusinya pada Kamis, 4 Oktober 2018.

"(Eksekusi) untuk menjalani hukuman setelah putusan berkekuatan hukum tetap," kata juru bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, 5 Oktober 2018.

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta sebelumnya mengabulkan banding yang diajukan KPK atas vonis Andi Narogong. Hukuman Andi diperberat menjadi 11 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan penjara. 

Hakim juga menjatuhkan hukuman tambahan kepada Andi, yakni membayar uang pengganti sebesar USD2,5 juta dan Rp1,186 miliar dikurangi USD350, subsider 2 tahun. Uang itu wajib dibayar selambat-lambatnya satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap.

Putusan banding ini lebih berat dari vonis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta yang menjatuhkan hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsidier 6 bulan kurungan. Sementara itu, hukuman tambahan membayar uang pengganti tetap sama.

Baca: KPK Masih Memproses Penjualan Rumah Novanto

Pada perkara korupsi KTP-el, Andi didakwa memperkaya sejumlah pihak. Sejumlah nama mulai dari pejabat Kementerian Dalam Negeri, panitia lelang, hingga anggota DPR disebut menerima aliran dana haram dari megaproyek bernilai Rp5,8 triliun tersebut.

Andi juga didakwa memperkaya korporasi yakni Perum PNRI, PT LEN Industri, PT Quadra Solution, PT Sandipala Arthaputra, PT Sucofindo, dan manajemen bersama konsorsium PNRI. Proyek itu pun ditaksir merugikan keuangan negara Rp2,3 triliun.




(OGI)

Hakim Tegur Irvanto

Hakim Tegur Irvanto

39 minutes Ago

Hakim Yanto menyebut, Irvanto memang berhak membantah keterangan para saksi. Namun demikian, Ir…

BERITA LAINNYA