Tersangka Emirsyah Satar Beli Rumah Penyanyi Iis Sugianto

Arga sumantri    •    Senin, 15 Jan 2018 18:55 WIB
emirsyah satar tersangka
Tersangka Emirsyah Satar Beli Rumah Penyanyi Iis Sugianto
Penyanyi pop era 80-an Istinungdiah (Iis) Sugianto usai diperiksa penyidik KPK - Medcom.id/Arga Sumantri

Jakarta: Penyanyi pop era 80-an Istinungdiah (Iis) Sugianto mengaku asetnya sebuah rumah dibeli oleh tersangka kasus korupsi pengadaan pesawat dan mesin pesawat Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. 

"Mengklarifikasi, karena ada aset saya sebuah rumah yang dibeli salah satu tersangka," kata Iis usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 15 Januari 2018.

Iis enggan menyebut nama tersangka yang membeli rumahnya itu. "Silakan tanya ke penyidik ya," kata Iis. 

Dia mengaku rumah dibeli pada tahun 2000-an. Rumah yang dibeli berlokasi di kawasan Pondok Indah.

Iis tidak membantah ataupun membenarkan kalau pembeli rumahnya adalah tersangka mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar (ESA). Ia juga mengaku tak tahu asal-usul duit pembelian rumahnya itu. 

"Saya enggak tahu uang dari mana. Tanya saja deh sama penyidik," ucap dia. 

Informasi yang didapat, pembeli rumah milik Iis adalah Emirsyah. Ada dugaan duit membeli rumah Iis hasil korupsi yang dilakukan Emir. Iis hari ini juga diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Emirsyah. 

Pada kasus ini, KPK‎ telah menetapkan Emirsyah Satar‎ dan Soetikno Soedardjo selaku bos Mugi Rekso Abadi (MRA) Grup sekaligus Beneficial Owner Connaught Intenational. Keduanya disinyalir telah melakukan tindak pidana korupsi dengan perusahaan Rolls Royce dan Airbus terkait pengadaan mesin dan pesawat untuk PT Garuda Indonesia.

Emirsyah diduga telah menerima suap dari Soetikno dalam bentuk uang dan barang dari Rolls Royce. Emir diduga menerima 1,2 juta Euro dan USD180 ribu atau setara Rp20 miliar sedangkan barang yang diterima senilai USD2 juta dan tersebar di Singapura dan Indonesia.

Atas dugaan itu, Emirsyah sebagai penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b dan atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1991 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Sedangkan, Soetikno selaku pemberi suap dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1991 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.
 


(REN)

KPK Dalami Dugaan Pencucian Uang Novanto

KPK Dalami Dugaan Pencucian Uang Novanto

1 day Ago

Saat ini proses persidangan masih fokus pada penyelesaian perkara korupsi KTP elektronik yang d…

BERITA LAINNYA