Kejagung: Tuntutan Ahok Siap Dibacakan

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 19 Apr 2017 06:32 WIB
kasus hukum ahok
Kejagung: Tuntutan Ahok Siap Dibacakan
Basuki Tjahaja Purnama saat mengikuti sidang. Foto: MI/Galih Pradipta

Metrotvnews.com, Jakarta: Kejaksaan Agung menyatakan tuntutan terdakwa penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sudah siap dibacakan pada persidangan Kamis 20 April 2017.

"Secara konsep sudah siap, tinggal tunggu waktunya," kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Noor Rachmad di Jakarta, seperti dikutip Antara, Rabu 19 April 2017.

Saat disinggung pasal apa yang akan dikenakan kepada Ahok, Noor Rachmad menjawab diplomatis. "Lihat saja, nanti," ujar dia.

Ahok dikenakan dakwaan alternatif yakni Pasal 156a dengan ancaman lima tahun penjara dan Pasal 156 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara. Menurut Pasal 156 KUHP, barang siapa di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Awalnya, pembacaan tuntutan Ahok akan digelar pada 11 April 2017 atau sepekan menjelang pelaksanaan putaran dua Pilkada DKI. Namun, jaksa penuntut umum menyatakan belum siap atas tuntutannya dan meminta penundaan sampai 20 April 2017.



Jaksa Agung H.M. Prasetyo menyatakan penundaan penuntutan terdakwa penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok karena faktor yuridis.

"Rasanya penundaan tersebut tidak ada masalah lain, selain semata karena masalah teknis dan yuridis," katanya.

Prasetyo menegaskan penundaan itu tidak terkait dengan adanya surat dari Polda Metro Jaya yang menyarankan penundaan pembacaan tuntutan itu mengingat Kamtibmas menjelang pelaksaan pilkada putaran II DKI Jakarta. JPU terpaksa meminta penundaan pembacaan tuntutan itu untuk menyelesaikan masalah sehingga semua pihak harus bisa mahaminya.

Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Mukartono, dalam persidangan kasus penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), meminta jadwal pembacaan tuntutan terhadap Ahok ditunda karena belum selesainya penyusunan tuntutan.

"Sedianya persidangan hari ini agendanya adalah pembacaan surat tuntutan dari kami selaku penuntut umum. Kami sudah berusaha sedemikian rupa bahwa ternyata waktu satu minggu tidak cukup atau kurang cukup bagi kami untuk menyusun surat tuntutan," kata Ali.




(UWA)