Polri Belum Butuh Tim Independen Pencari Fakta

M Sholahadhin Azhar    •    Sabtu, 17 Jun 2017 03:45 WIB
novel baswedan
Polri Belum Butuh Tim Independen Pencari Fakta
Karo Penmas Mabes Polri Brigjen. Pol Rikwanto (kiri) didampingi Analis Kebijakan Madya Divhumas Polri Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono (kanan) menunjukkan surat wasiat terduka teroris saat memberikan keterangan tentang penangkapan terduga teroris Purwaka

Metrotvnews.com, Jakarta: Komnas HAM menawarkan bantuan untuk melakukan penyelidikan di kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Adapun Polri tak menganggap hal itu diperlukan, sebab sudah ada koordinasi intens antara Polri dengan KPK.

"Saya kira tidak perlu ya, karena kita sudah koordinasi terus dengan KPK," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto dalam acara Primetime News Metro TV, Jumat 16 Juni 2017.

Kabarnya Komnas HAM ingin mengasistensi Polri untuk mendalami penyidikan dan penyelidikan kasus Novel. Sebab sudah dua bulan berselang, peristiwa malang yang menimpa penyidik senior KPK itu belum juga menemui titik terang.

Rikwanto menyebut KPK bakal turun tangan langsung, ada personel lembaga anti rasuah yang ditugaskan membantu penyidikan oleh Polri. "Nanti juga ada dari KPK melekat pada kita, dalam arti memonitor terus ya perkembangan kasus ini," jelas Rikwanto.

Ia optimis perkara penyiraman air keras pada Novel ini bisa dituntaskan, sebab sudah ada komitmen dari Polri.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono membantah penyidik tidak serius menangani kasus penyerangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi tersebut. Menurut Argo, sejumlah saksi yang sudah dimintai keterangan oleh penyidik belum cukup memberikan gambaran tentang pelaku.

Penyidik, kata Argo, membutuhkan waktu untuk memadukan keterangan saksi dengan sejumlah bukti yang sudah dipegang penyidik. "Tentunya kita perlu saksi-saksi yang melihat siapa selama ini. Kemudian dengan antara saksi dan barang bukti kita perlu sinkronkan di situ," kata Argo.
 
Wajah Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal usai pulang salat Subuh di masjid dekat rumahnya, di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa 11 April. Pelaku diduga dua orang dan mengendarai sepeda motor. Saat ini Novel masih mendapat perawatan di Singapura.


(DEN)