Strategi ISIS, dari Suriah ke Kampung Melayu

Lukman Diah Sari    •    Jumat, 16 Jun 2017 16:49 WIB
ledakan di kampung melayu
Strategi ISIS, dari Suriah ke Kampung Melayu
Lokasi bom meledak di sekitar Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur. Foto: MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu malam 14 Mei, merupakan strategi kelompok Islamic State atau ISIS. Mereka ingin mengalihkan perhatian dari Suriah ke negara lain.

Bom di dekat Terminal Kampung Melayu menewaskan tiga polisi dan dua warga sipil yang diduga pelaku. Peristiwa itu juga melukai lima polisi dan lima warga sipil.

Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, ada dua motif aksi teroris di Kampung Melayu. "Pertama, untuk membalas kepada polisi. Kedua, strategi besar ISIS sentral," kata Tito di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat 16 Juni 2017.

Klik: Motivator Pelaku Bom Kampung Melayu Ditangkap

Tito menyampaikan, keberadaan ISIS di Raqqa, Suriah, sedang digempur terus menerus oleh pasukan koalisi dari Arab Saudi dan lainnya. Akhirnya, mereka membuat strategi serangan di luar Suriah.

"Di Inggris, Perancis, Amerika Serikat, Indonesia, dan Filipina," ucap Tito.

ISIS ingin mengalihkan perhatian dunia. Sehingga, lanjut Tito, seakan-akan dunia melihat sel mereka terus bergerak.

Tim Detasemen Khusus Anti-Teror menangkap beberapa orang yang diduga terlibat bom di Kampung Melayu. Beberapa di antara terduga terkait jaringan yang meledakkan bom di Cicendo, Bandung, Jawa Barat.

 


(TRK)