Polisi Bongkar Bisnis Pornografi Anak Lewat Media Sosial

Arga sumantri    •    Minggu, 17 Sep 2017 13:14 WIB
pornografi
Polisi Bongkar Bisnis Pornografi Anak Lewat Media Sosial
Pengungkapan bisnis pornografi melalui media sosial - MTVN/Arga Sumantri

Metrotvnews.com, Jakarta: Polisi membongkar kasus pornografi anak lewat jejaring internet. Ironisnya, foto dan video yang disebar dan diperjualikan mempertontonkan hubungan sesama jenis antara laki-laki dewasa dengan anak.

Direktur Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan mengungkapkan, tiga pelaku ditangkap, yakni Y, 19; H alias Uher, 30; dan I, 21. Ketiganya ditangkap di lokasi berbeda.

Y ditangkap di kediamannya, daerah Purworejo, Jawa Tengah, pada Selasa 5 September 2017. H alias Uher ditangkap pada Kamis 7 September 2017 dini hari di Garut. Sedangkan, I ditangkap 7 September 2017 di Bogor.

Adi menjelaskan, modus operandi para pelaku yakni memperjualbelikan VGK (video gay kids). Video atau gambar itu menampilkan hubungan seksual antara laki-laki dewasa dengan anak laki-laki.

"Mereka kerap bertransaksi dengan menggunakan twitter," kata Adi di Markas Polda Metro Jaya, Minggu 17 September 2017.

Mulanya, pelaku menawarkan pada konsumen dengan memanfaatkan media sosial, mulai dari facebook, twitter, dan blog. Setelah ada yang tertarik, pelaku biasanya dihubungi lewat aplikasi pesan singkat semisal Whatsapp dan telegram.

Dua pelaku yang terlibat dalam bisnis pornografi - MTVN/Arga Sumantri

Pelaku mematok 30 sampai 50 VGK, seharga Rp100 ribu. Video persetubuhan sesama jenis yang melibatkan anak dibawah umur itu baru akan dikirim setelah pemesan memberikan bukti transfer.

"Setelah dibayar, pelaku kirim video itu ke aplikasi telegram. Baru pihak yang pesan bisa buka gambar dan video tersebut," jelas Adi.

Dari tangan pelaku, polisi menemukan 750 ribu gambar dan video persetubuhan sesama jenis yang melibatkan anak. Diduga, gambar dan video anak itu bukan hanya berasal dari Indonesia.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal berlapis, yakni Pasal 27 ayat (1) UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 29 UU RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Polisi juga menjerat pelaku dengan Pasal 4 ayat (2) UU RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 30 UU RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.


(REN)