Bekas Kalapas Sukamiskin Mengakui Terima Suap

Juven Martua Sitompul    •    Selasa, 07 Aug 2018 18:34 WIB
suap fasilitas lapas
Bekas Kalapas Sukamiskin Mengakui Terima Suap
antan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Sukamiskin Bandung Wahid Husen. Foto: MI/Rommy.

Jakarta: Eks Kepala Lapas (Kalapas) Sukamiskin Wahid Husen (WH) mengakui menerima suap dari terpidana suap Bakamla Fahmi Darmawansyah (FD). Dia menyesal dan meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia.
 
"Saya terima (suap), saya mengaku bahwa saya salah dalam mengelola lapas ini," kata Wahid usai diperiksa sebagai tersangka di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 7 Agustus 2018.
 
Sayangnya, Wahid masih menolak menyebut pihak-pihak yang terlibat dalam praktik suap di Lapas Sukamiskin. Termasuk nama-nama yang diduga memberikan suap untuk mendapatkan fasilitas mewah di Lapas Sukamiskin.
 
Dia hanya mengaku menyesal dan siap mengikuti proses hukum yang berjalan di Lembaga Antirasuah. "Pokoknya saya salah dan saya akan mengikuti proses hukum‎," pungkasnya.
 
KPK sebelumnya menetapkan empat orang tersangka dalam kasus dugaan suap jual beli fasilitas mewah di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Keempat tersangka itu yakni Kalapas Sukamiskin Wahid Husen, Hendy Saputra selaku staf Wahid, napi korupsi Fahmi Darmawansyah, dan napi umum Andi Rahmat selaku tangan kanan Fahmi.

Baca: Mengintip dari Dekat Lapas Sukamiskin

Wahid diduga telah menerima dua unit mobil yakni Mitsubishi Triton Exceed dan Mitsubishi Pajero Sport Dakkar serta uang senilai Rp279.920.000 dan USD1.410. Pemberian itu diduga imbalan dari Fahmi yang telah mendapatkan fasilitas sel kamar mewah di Lapas Sukamiskin.
 
Atas perbuatannya, Wahid dan stafnya selaku penerima suap dijerat Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12B Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
 
Sedangkan, Fahmi dan Andi Rahmat selaku pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.




(FZN)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

5 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA