Idrus Minta Kader Golkar Kembalikan Uang Suap PLTU Riau-I

Juven Martua Sitompul    •    Jumat, 07 Sep 2018 15:23 WIB
Korupsi PLTU Riau-1
Idrus Minta Kader Golkar Kembalikan Uang Suap PLTU Riau-I
Mantan Mensos yang juga mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham--MI/Adam Dwi

Jakarta: Mantan Menteri Sosial Idrus Marham meminta kepada seluruh kader Partai Golkar yang menerima suap untuk segera mengembalikan uang ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Khususnya, yang menerima aliran dana suap proyek pembangunan PLTU Riau-I.

"Kalau ada kader-kader Golkar yang memang ambil uang, kembalikan. Iya ini kalau kita cinta Golkar begitu jangan jadi polemik, itu tidak bagus," kata Idrus usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 7 September 2018.

Pada proses penyidikan kasus ini, penyidik KPK sudah memeriksa Setya Novanto selaku mantan Ketua Umum Partai Golkar. Dalam pemeriksaan, Novanto lebih banyak dikonfirmasi soal adanya aliran suap PLTU Riau-I ke Munaslub Golkar melalui Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih.

Baca: Golkar Kembalikan Uang Suap PLTU Riau-I

Idrus mengaku telah berkomunikasi dengan para petinggi khususnya Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk segera menyelesaikan polemik partainya di pusaran suap PLTU Riau-I.

"Terus terang saja, saya udah bicara kepada pimpinan Golkar hari ini, supaya koordinasikan, sayang Golkar misalkan nyebut nama-nama Golkar cukup banyak," pungkasnya.

Eni Maulani Saragih baru-baru ini memang kerap mengungkap hal-hal baru terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-I. Salah satunya, soal perintah dari partai khususnya para elite Golkar agar mengawal proyek PLTU Riau-I.

Kemudian, Eni juga mengungkap lebih detail kucuran dana suap PLTU Riau-I yang diterimanya dari bos Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo (JBK). Eni menyebut dana suap itu mengalir ke acara Munaslub Partai Golkar, yang mengukuhkan Airlanggasebagai Ketua Umum Golkar.

Tak hanya itu, Eni pun mengungkap adanya sejumlah pertemuan antara dirinya bersama Johannes dengan mantan Menteri Sosial Idrus Marham dan Dirut PLN Sofyan Basir. Tujuannya, untuk meloloskan Blackgold sebagai konsorsium penggarap proyek PLTU Riau-I.

Dalam kasus ini, KPK baru menetapkan tiga orang tersangka. Ketiga tersangka itu antara lain, Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih, bos Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo dan teranyar mantan Menteri Sosial Idrus Marham.


(YDH)