Perairan Rawan Pelanggaran Dijaga Minimal Empat Kapal Patroli

Antara    •    Selasa, 18 Oct 2016 08:04 WIB
ilegal fishing
Perairan Rawan Pelanggaran Dijaga Minimal Empat Kapal Patroli
Ilustrasi kapal patroli/MI/Liliek Dharmawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) menempatkan lebih banyak kapal patroli untuk memantau perairan rawan pelanggaran laut. Setidaknya, empat kapal disiagakan di perairan rawan.

"Perbandingannya yang jelas di daerah aman itu satu kapal, tapi di daerah rawan itu bisa empat atau tiga. Kalau memang eskalasinya meningkat kita pun bisa menambah armada sampai bisa lima atau enam kapal," kata Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Aan Kurnia di Jakarta, Selasa (18/10/2016).

Koarmabar memerhatikan indikasi kerawanan tiap wilayah dalam menempatkan petugas patroli dan armada. Di perairan rawan pelanggaran, seperti Perairan Natuna, pihaknya mewaspadai kegiatan ilegal, termasuk penangkapan ikan oleh kapal-kapal tanpa izin pemerintah Indonesia.

"Banyak kapal kami atur, kamin bagi sesusai tingkat kerawanan," ujar dia.

Potensi eskalasi kegiatan ilegal menjadi perhatian Koarmabar dalam mengerahkan personelnya memantau setiap wilayah. Tak hanya Natuna, kerawanan penyelundupan di perairan Singapura, misalnya, akan menjadi perhatian. Kapal patroli akan ditempatkan di perairan itu.

Aan menjelaskan, tingkat kerawanan tiap wilayah berbeda. Perairan yang memiliki kekayaan ikan lebih banyak akan lebih rawan kegiatan ilegal dibanding yang lain.

"Ikan juga tidak semua perairan itu ada. Ada di titik tertentu, ada tempat yang banyak makanan ikan sehingga ikan berkumpul. Jadi di titik itu kami beroperasi, kira-kira di titik-titik mana yang rawan nah di situ kami tempatkan," jelas dia.

Koarmabar memiliki strategi menjaga keamanan wilayah laut, antara lain dengan memerhatikan eskalasi di mana wilayah yang berpotensi mendapat ancaman. Dalam menanggulangi kekurangan armada, pihaknya berkolaborasi dengan sejumlah instansi, seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Keamanan Laut, Bea Cukai dan Polisi Perairan.


(OJE)

Agus Pasrahkan Solusi soal Banjir ke Tim

Agus Pasrahkan Solusi soal Banjir ke Tim

41 minutes Ago

Agus menegaskan tidak bisa menjelaskan masalah teknis lebih detail. Karena hal itu, lanjut Agus…

BERITA LAINNYA