Ahli Agama Islam Sarankan Tabayun pada Kasus Ahok

LB Ciputri Hutabarat    •    Selasa, 21 Mar 2017 16:25 WIB
kasus hukum ahok
Ahli Agama Islam Sarankan Tabayun pada Kasus Ahok
Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (memakai batik) duduk di dalam ruang sidang saat menjalani sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama di PN Jakarta Utara, Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (21/3/2017). Fot

Metrotvnews.com, Jakarta: Saksi ahli Agama Islam, K.H. Ahmad Ishomuddin menjamin tak ada unsur penghinaan terhadap agama dalam pidato Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama di Kepulauan Seribu. Jika ada yang menganggap ada unsur penghinaan, dia menyarankan mereka untuk tabayun (konfirmasi) terlebih dahulu.

"Menghina itu perlu diketahui motif atau niatnya. Nah untuk mengetahui itu perlu cross check dan tabayun," kata Ishomuddin di Kementerian Pertanian, Jaksel, Selasa, 21 Maret 2017.

Tabayun, kata Ishomuddin, penting untuk menghindari salah paham. Tabayun juga bisa dilakukan kepada umat non-Muslim sekalipun.

"Bisa (dilakukan kepada non-Muslim). Itu harus dilakukan supaya pemahamannya tidak bersifat parsial, namun holistik," ujar dia.

Ishomuddin menyambungkan sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengeluarkan Pernyataan Sikap dan Keagamaan (PSK) terkait Pidato Ahok di Kepulauan Seribu. Dia mengatakan, PSK MUI dikeluarkan tanpa mengonfirmasi terlebih dahulu kepada Ahok.

Dia pun menilai PSK MUI menjadi pemicu masalah Al Maidah menjadi lebih besar. "Saya mendapat informasi, MUI tak melakukan konfirmasi langsung. Pernyataan sikap ini menurut saya menjadi pemicu permasalahan semakin besar," ujar dia.

Ahok menjadi terdakwa kasus penodaan agama atas pidatonya yang menyinggung surat Al Maidah 51 di Kepulauan Seribu, 27 September 2016. Jaksa mendakwa Ahok menoda agama dengan pasal alternatif 165 atau 165a KUHAP.


(MBM)