Jokowi Isyaratkan Tolak Revisi Remisi Narapidana

Desi Angriani    •    Kamis, 22 Sep 2016 18:12 WIB
remisi
Jokowi Isyaratkan Tolak Revisi Remisi Narapidana
Presiden Joko Widodo. Foto: MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo mengisyaratkan menolak revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua Atas PP Nomor 32 Tahun 1999 mengenai konsep pemberian remisi untuk narapidana. Hal itu, disampaikan Presiden saat menerima masukan dari pakar hukum terkait reformasi hukum di Tanah Air.

"Misalnya revisi PP Nomor 99 Tahun 2012. Saya pastikan saya belum tahu isinya pasti saya kembalikan," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (22/9/2016).

Presiden menyampaikan, hingga kini revisi Nomor 99 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua Atas PP Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan itu belum sampai ke tangannya. Dia mengaku akan mengembalikan langsung draf revisi tersebut ke Kementerian Hukum dan HAM tanpa perlu membacanya sama sekali.

"Kalau sampai ke meja saya akan saya kembalikan. Saya belum tahu isinya pasti saya jawab saya kembalikan karena saya baca di koran hanya selintas," tutur Jokowi sambari tertawa.

Sebelumnya, Menkumham Yasonna menilai, munculnya PP No. 99 tahun 2012 telah membuktikan memicu konflik di dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas). Sebab, aturan itu memperkecil kelonggaran para napi mendapatkan remisi.

Yasonna bilang, PP dibuat tanpa kajian yang mendalam oleh ahli hukum tata negara dan tanpa melibatkan kriminolog. Terbitnya pun telah menyalahi aturan.

"Saya cek, menyalahi prosedur peraturan perundang-undangan, sangat cepat, tidak masuk Dirjen Pemasyarakatan," kata Yasonna.

Jika PP tersebut direvisi, Yasonna ingin aturan remisi untuk napi narkoba, korupsi, dan terorisme kembali menggunakan PP No. 32 tahun 1999.


(MBM)

Video /